Wanita Rahasia Dokter Arogan
"Siapa tau kamu lupa sama takaranku, perasaan saja bisa hilang, apalagi takaran kopi yang semudah itu bisa dilupakan."
Tangan Lara yang hendak menuangkan kopi di cangkir sempat berhenti di udara, sepersekian menit Lara hilang fokus, lalu kembali melanjutkan tugas-nya setelah bisa mengembalikan diri.
"Saya tidak lupa," jawab Lara. Tangannya kembali melanjutkan tugas. Ia menuangkan kopi dan creamer sesuai takaran, menyeduh dengan air panas. Meskipun ada mesin coffe maker, tetapi Aksa lebih suka buatan tangan.