Menantu yang Baik
Aku bersandar di pintu dan terengah-engah, jantungku berdebar kencang.
Aku tahu tidak bisa memberi harapan apa pun pada Marvin.
Aku harus membeli kamera CCTV mini besok.
Aku berbaring di ranjang, meski lelah aku tetap waspada.
Aku tahu tidak boleh lengah, aku harus tetap terjaga malam ini.
Tidur malam adalah suatu siksaan bagiku. Sosok Marvin yang jahat terus muncul dalam mimpiku, membuatku terbangun dari rasa cemasku.