Takdir Tidak Pernah Keliru
“Gue ingin lo bahagia, Zyan … Kaya gue, kak Naya, abang Dava … kalaupun lo enggak berjodoh sama Ratu, tapi lo menikah sama cewek yang lo cintai ….”
Zyandru tertawa sumbang. “Mana bisa Kak, cinta gue habis di Ratu … kenal sama dia itu enggak sengaja, tapi ngelupainnya hampir gila … siapa sangka, wajah semanis senja bisa membuat luka sedalam samudra.”
Kaluna tergelak hingga mendongakan kepala dengan mata terpejam. “Bisa-bisanya lo lagi galau malah baca puisi.”