Berbagi Luka
tanyanya sembari memandangi para anggotanya satu persatu.
"Ehm, gue boleh, deh. Tulisan gue gak bagus-bagus banget, sih, cuma seenggaknya masih layak dibacalah," tanggap seorang gadis bernama Sintia.
"Oke, makasih banyak ya, Sintia. Ada yang mau bantu Sintia? Seandainya Sintia capek, bisa gantian." Kini, para anggota kelompok saling melempar pandang satu sama lain, seolah tengah berkomunikasi dalam diam.
Hot Chapters