Istriku Bar-Bar
Kali ini ia sudah sampai di halaman depan saat jam tangan yang melingkar di tangannya menunjuk pukul delapan malam.
Lelaki itu melangkah cepat, melewati pintu utama rumahnya, lalu menganyun langkahnya lagi menaiki tangga. Tepat di depan kamar, sejenak Alex menghentikan langkah ketika mendengar suara Airin yang seperti tengah bercakap dengan seseorang di seberang sana. Entah apa yang istrinya itu bicarakan, namun ia hanya mendengar kalimat di penghujung percakapan itu,
[Airin ragu, Alex belum bisa menerima kehadirannya.]