Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Di Antara Dua Pilihan

Di Antara Dua Pilihan

Ia menyakiti Langit, tapi ia juga yang terluka! Antara Langit dan Dhara sangat canggung hingga Andini excited sendiri, tetapi wanita ini tidak ingin mereka menjadi renggang. Persahabatan yang sudah dijalin sekian lama, tidak boleh hancur dalam semalam karena cinta tak berbalas. Seusai makan malam, Andini menyimpan hasil rajutannya di pangkuan Dhara. Suaranya hangat, dipenuhi kasih sayang. “Boneka kelinci warna pink dan putih. Dhara suka?”
859 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai antipati
Baca
+Pustaka
BATARI

BATARI

“Aku yang pertama menghancurkanmu, dan aku yang berhak memilikimu sampai habis. Berani-beraninya kau membiarkan anjing itu menjamah apa yang seharusnya menjadi pemuasku!” “Kenapa diam? Katakan!” Adrian menggeram di sela ciumannya yang brutal, napasnya memburu di depan wajah Batari. “Katakan kalau sentuhanku jauh lebih membuatmu gila daripada si brengsek ini! Aku akan membuatmu lupa bagaimana cara memanggil namanya. Malam ini, kau hanya akan menyebut namaku sampai suaramu habis, Batari!” Adrian mulai melumat bibir Batari dengan paksa, gerakannya brutal dan tanpa kelembutan. Gerakannya semakin kasar tak kala dia melihat jejak jejak Erick yang masih segar.
10431 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai antipati
Baca
+Pustaka
BAD ANTAGONIST

BAD ANTAGONIST

gumamnya entah pada siapa. -Bad Antagonist-
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai antipati
Baca
+Pustaka
Wanita Pilihan Sang Pewaris

Wanita Pilihan Sang Pewaris

keluh pria itu dengan sikap arogan. Pria itu bernama Anton, dia bekerja sebagai manager pembelian di perusahaan yang kemarin berhasil mencapai kesepakatan transaksi dengan Vicky. Hari ini dia ditugaskan oleh perusahaannya untuk mengurus transaksi itu. Anton juga berteman dengan Bastian dan Aditya, karena merasa berteman dengan dua petinggi di perusahaan yang dipimpin Vicky membuat Anton merasa sombong. Apalagi Anton juga mengetahui jika Vicky berstatus calon menantu dari Aditya yang juga adalah kenalannya.
1025.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 806 kali sebagai antipati
Baca
+Pustaka
Cinta di Balik Perbedaan

Cinta di Balik Perbedaan

"Perkenalkan, saya Antoni, calon suamimu." Sabrina terkejut bukan main tanpa sadar ia bergidik ngeri melihat penampilan Antoni. Tubuhnya yang berisi, kumis tebal dan tato besar di dadanya yang terbuka membuat kesan menyeramkan. Apalagi ketika ia menghembuskan asap rokoknya ke sembarang arah membuat Sabrina takut. "Maaf, saya tidak mengenal anda, dan saya tidak pernah memiliki hubungan dengan anda," tolak Sabrina.
764 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai antipati
Baca
+Pustaka
Dosen Dudaku

Dosen Dudaku

Dia hanya bisa berharap, semoga malaikat tidak meng-aminkan ucapan dari Parmi. "Namanya bukan Panu, Bu, tapi Devano Wijaya." "Oh, Depanu. Kayak nama group musik ya, Pa?" Anton merasa darahnya semakin mendidih. "Heh, iya Bu." Kring Kring Anton meraih telepon rumah yang kebetulan dekat dengan posisi duduknya. ["Halo, Assalamualaikum."] ["Wa'alaykumussalam. Betul ini rumah dari ananda Andini?"]
1019.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 443 kali sebagai antipati
Baca
+Pustaka
Penguasa Negeri Jin

Penguasa Negeri Jin

Tangan kanannya siap meremas untuk menghancur luluhkan dua orang itu. Pada saat itulah Maithatarun hantamkan dua tangannya sekaligus! Sepuluh larik sinar hitam menggebu. Jin Patilandak tersentak kaget. Tapi karena terlalu takabur menganggap enteng serangan lawan dia tetap berdiri pentang dada malah siap melesatkan lusinan duri landak dari muka dan perutnya! Dia tidak sadar kalau serangan yang dilepaskan Maithatarun alias Jin Kaki Batu saat itu adalah "Kutuk Api Dari Langit' yang akan membuat tubuhnya menjadi gosong dan mengkerut ciut!
1031.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 883 kali sebagai antipati
Baca
+Pustaka
Batal Akad

Batal Akad

sahut Parni dengan nada ketus. Bu Miranti terdiam, hatinya mengecil saat tahu Parni mentah-mentah menolak pertanggungjawaban yang akan Ali lakukan. Parni terlihat tidak mudah ditaklukan, hatinya sekeras baja. Dapat terlihat dari garis wajah yang keras saat ia menyebutkan nama Ali. Wanita paruh baya itu melirik Anton, lelaki yang duduk di seberangnya, sedikit menunduk, memberikan kode bahwa semua akan baik-baik saja, dan Bu Miranti disuruh bersabar.
9.921.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 871 kali sebagai antipati
Baca
+Pustaka
Gantari

Gantari

Dia menggelengkan kepala tanpa sekalipun menoleh ke arahku, pandangannya lurus ke depan. "Oh, ya. Namaku Gantari, siapa namamu?” ujarku sembari mengulurkan tanganku. Lagi-lagi bocah itu tidak menoleh ke arahku saat menjabat tanganku. Tangannya mungil tapi pucat dan terasa begitu dingin juga basah saat telapak tangan kami bertemu. "Apa kamu sakit?” Bocah itu menggeleng. Oh, mungkin karena ini sudah larut malam dan angin malam yang bertiup begitu dingin membuat suhu tubuhnya juga ikut menurun.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai antipati
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status