Hantu Vila
Air mata Veli menetes ke pipinya.
"Saya cinta sama kamu Veli," Asep tersenyum, Martil siap dihantamkan lagi.
"Kita ketemu di surga ya, sayang."
Tangan kanan Veli terangkat, memberi isyarat agar Asep tidak membunuhnya. Tapi, martil itu tetap dihantamkan ke kepala Veli hingga ia tewas. Sebuah terpal menjadi pembungkus jenazahnya, dengan rapi ia masukkan jenazah Veli ke kolong meja. Bercak darah dilap termasuk darah yang menetes di tanah, ia gosok-gosokkan tanah itu menggunakan alas sepatunya agar darahnya hilang.