Bermain Api Dengan Nyonya
Di tengah aula, duduk di atas kursi kayu tua panti, seorang pria dengan setelan jas abu-abu yang sangat rapi sedang menyesap wiski dari gelas kristal.
Bramantyo Waluyo. Ia menoleh ke arah kami dengan mata yang berkilat penuh kemenangan, padahal berita menyatakan dia sudah tewas di lift hotel.
Di tangan kirinya, ia memegang kotak hitam yang dicari Mery, dan di tangan kanannya, ia memegang sebuah pemicu yang tersambung ke setiap sudut panti.
"Selamat datang di rumah, anak-anakku," suara Bramantyo berat dan berwibawa. "Istriku memang pandai bermain drama, tapi dia lupa siapa yang mengajarinya cara menulis naskah.
Hot Chapters