Suami Pengganti untuk Adara
"Iya, dokter."
Adara beranjak. Ditemani dan dibantu Danendra, dia duduk di brankar yang tersedia lalu duduk bersandar di sana. Memakai kemeja, dia menyingkapnya agar dokter Maya bisa mengoleskan gel khusus di permukaan perutnya yang datar sebelum mengecek detak jantung.
"Ini detak jantung janinnya Bu, Pak," kata dokter Maya ketika sebuah bunyi terdengar dari dalam perut Adara—tepatnya dari rahim. "Masih terdengar pelan, tapi detakkannya normal."