Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
RIAN RAINA

RIAN RAINA

Apalagi cowok itu sama sekali tidak merasa bersalah padanya. "Sorry," ucap Rian pelan. "Hah?" "Sorry," ucap Rian sekali lagi. "Ngapain lo minta maaf? Bukannya lo gak ngerasa bersalah?" "Jadinya lo maafin atau enggak?" "Kenapa gue harus maafin lo?" "Lo emang ngeselin, ya." Rian mencoba bersabar. Raina tersenyum sinis. "Gak ngaca? Perlu gue beliin kaca yang besar biar lo sadar kalau lo itu manusia paling nyebelin?"
9.352.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.6K Beses bilang apologies
Read
+Library
Diasuh Bos Besar

Diasuh Bos Besar

Usir Alisa tidak sabar. “Oke-oke! Aku akan pulang sekarang! Puas?” Ucap Andika sedikit tersinggung. “Terimakasih atas majalah dan tumpangannya. “ “Tidak masalah.” Alisa tidak ingin Andika kecewa dengan tindakannya yang tidak menyenangkan ini. Ia pun mengucapkan rasa penyesalalannya. “Maaf ya, Dika!” “It’s oke, I’m fine, Ally!”
102.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 59 Beses bilang apologies
Read
+Library
SATAPUSPI

SATAPUSPI

Reva tampak tak enak hati ketika mengungkapkan itu, bahkan dia sampai meremas kuat ujung rok seragam SMAnya, “dan kuharap kau mau memaafkanku.” “Tentu saja, semua orang memiliki waktu masing-masing untuk menerima,” Tobias juga tampak senang menerima pernyataan Reva, kemudian dia melambaikan tangannya sambil berkata, “aku pulang dulu, cepat sembuh ya.” “Berhati-hatilah.”
2.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 113 Beses bilang apologies
Read
+Library
Penyesalan Suamiku

Penyesalan Suamiku

kata Frans terbata-bata. Clarissa tersenyum, "Tidak apa-apa. Ada kesalahpahaman kecil antara aku dan Tuanmu. Lagipula dia 'kan orang yang sibuk. Jadi kau tidak perlu canggung, Frans." kata Clarissa. Seolah ia tahu apa yang akan Frans katakan. "Oh, ah, i-iya. Saya mengerti. Maaf, jika ucapa saya salah dan tidak berkenan di hati Anda." kata Frans meminta maaf. Ia tidak bermaksud menyinggung perasaan Clarissa.
5.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 132 Beses bilang apologies
Read
+Library
Penyesalan tanpa Akhir

Penyesalan tanpa Akhir

Agam mengaku salah telah merendahkan Anjali tempo hari lalu. "Ma ... maaf. Aku minta maaf, Anjali. Aku sungguh minta maaf." Sementara Anjali terlihat sangat terkejut. Tidak percaya dengan perubahan sikap Agam. "Aku menyesal sudah menelantarkan kalian. Hatiku sakit ketika melihat Anya lebih akrab dengan orng asing ketimbang aku, papa kandungnya sendiri."
107.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 210 Beses bilang apologies
Read
+Library
UNACCEPTED

UNACCEPTED

Seketika, aura mencekam di kelas pun menjadi tenang kembali. “Kok diem aja? Atau emang gak ada niat buat minta maaf sama gue?” bingung Nessa melihat Regar yang masih saja diam. Kelegaan tersirat di wajah cowok itu. Dalam hati, Regar sangat bersyukur Nessa batal menjatuhkan harga dirinya. Regar pun maju satu langkah kemudian mengulurkan tangannya, “sorry soal omongan gue tadi,”
1.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 48 Beses bilang apologies
Read
+Library
Adoration

Adoration

Tatapannya kian tajam dengan suara mengintimidasi, ia berkata, “Tuan kecil Soga, bisakah kau menjelaskan maksud perkataanmu dan bisakah kau bersikap layaknya Tuan muda.” Soga seketika tersadar, matanya menatap kesekitaran yang kini masih menatap ke arah mereka. Dengan refleks ia menepuk dahi dengan telapak tangannya, lalu menghembus napas berat dari mulutnya. “Maafkan aku, aku terbawa emosi setiap melihat wajah anda,” ucap Soga, kali ini lebih lembut dan santun menunjukkan rasa hormat.
105.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 221 Beses bilang apologies
Read
+Library
Gagal Move-on

Gagal Move-on

Refleks, aku melepaskan tangannya dari cengkeramanku. “Maaf, Kak! Maaf! Aku gak sengaja,” kataku setelah itu. Gerakanku sungguh refleks. Aku hanya berusaha melindungi diri dari serangan orang yang tidak diharapkan. Sambil memegangi tangannya, Venus mengeluh. “Sakit, nih!” katanya. Mendengar itu, aku pun meminta maaf lagi. “Iya, maaf!” kataku sambil kemudian mengelus tangan Venus. Aku tidak tahu kalau akan sesakit itu.
101.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 50 Beses bilang apologies
Read
+Library
Tak Ada Obat Penyesalan

Tak Ada Obat Penyesalan

Aku menarik tanganku. “Tuan Axel, tolong bersikap hormat, aku akan segera menjadi adik iparmu.” “Mungkin Tuan Axel mengira Anda terlahir dengan nasib yang baik. Apapun yang diinginkan akan segera didapatkan.” “Tetapi ada satu hal yang tidak bisa didapatkan oleh Tuan Axel.” Axel bertanya dengan sungguh-sungguh apa itu. “Obat penyesalan, tidak ada obat penyesalan di dunia ini.”
6.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 143 Beses bilang apologies
Read
+Library
Cinta Dalam Bayang Mafia

Cinta Dalam Bayang Mafia

“Ada banyak hal yang ingin aku bicarakan padamu.” “Apa yang ingin kau bicarakan?” “Maafkan aku.” “Untuk apa?” “Karena aku merindukanmu.” Ucapan Aidan menciptakan keheningan. “Maaf atas semua yang telah aku lakukan padamu selama ini. Maaf karena aku selalu sibuk bekerja dan tidak banyak waktu untukmu dan Kaila. Maaf juga karena aku tidak ada disaat kau butuh aku untuk menjaga Kaila hari itu. Maaf karena aku memilih untuk berpisah denganmu. Maaf atas semuanya, Maya.”
1.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 45 Beses bilang apologies
Read
+Library
PREV
123456
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status