Insya Allah Ada Jalan, Nak!
Ah, tidak terlalu jelas, hanya tampak jilbabnya saja yang berkibar karena diterpa angin.
"Kenapa, ya, A,” katanya, cukup jelas di telingaku, “Bapak sama Umi percaya banget sama A Bram. Padahal ini kita mau ke acara ulang tahun sahabat Elis, lho, acara yang menurut Bapak nggak penting banget. Tapi kalau perginya sama Aa, kok malah diizinin, ya?”
"Emang awalnya Elis mau jalan sama siapa? Sama cowok yang bawa Honda Jazz itu, ya?"
Hot Chapters