Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
WARUNG TENGAH MALAM

WARUNG TENGAH MALAM

Terlihat dari beberapa bungkus rokok yang dia beli dari warung. “Ini ki kopinya” Aku menyodorkan kopi kepada Aki Karma. Aki Karma yang fokus melihat ke seberang jalan di depan warung, terlihat agak kaget dengan ucapanku. “Eh, oh iya, makasih ya Jang” jawab Aki Karma sembari menerima kopi yang aku berikan
9.8683.6K viewsCompletedAdded to Library 16.4K Times as arah kopi
Show Reviews (174)
Read
+Library
Astri Kurniasih
saya sudah tamat baca ini ya sama kutukan leluhur juga, buka pake koin berbayar Dannnn, setelah beberapa lama(berbulan2) saya mau nostalgia baca ulang, tau ga mas othor saya mesti buka lagi pake koin, semua kekunci lagi... plis atuh lah saya waktu itu buka koin pake uang bukan pake daun... KECEWA
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
Read All Reviews
Let's Play With Me

Let's Play With Me

Dan semua aromanya, sangat ia sukai. "Siang!” sapa barista sambil tersenyum ramah. “Siang,” balas Cora. Sebelum memesan, dia mengamati menu kopi yang ada di kedai itu. Lama dia mengamati, bingung ingin memesan yang mana, sangking banyaknya kopi yang ingin ia rasakan. “Kau mau mencoba kopi Lintong Arabica? Baru datang hari ini," tanya barista memberikan pilihan, sadar dengan kebingungan Cora yang diperlihatkannya.
107.7K viewsOngoingAdded to Library 169 Times as arah kopi
Read
+Library
Hello, Mantan!

Hello, Mantan!

“Iya. Gue nggak sengaja nabrak dia di bawah tadi. Terus, dia ngasih ini ke gue.” “Dih, gue pikir ya kan?” “Apa?” Hagia menyipitkan mata. Namun Arsenio justru terlihat semakin menahan senyum. “Lo mau, nggak? Belum gue minum.” “Kopi apa dulu?” “Coffee latte, sih. Bukan americano.” “Nggak deh, Mbak.” Arsenio menggeleng pelan. “Gue lagi diet soalnya.”
1017.4K viewsOngoingAdded to Library 592 Times as arah kopi
Read
+Library
Memilihmu di Kesempatan Kedua

Memilihmu di Kesempatan Kedua

Atau saat sengaja menggodanya. Pagi itu di sekolah, Anindya datang membawa dua gelas minuman. Ia meletakkan satu di meja Arkana. “Apa ini?” tanya pria itu. “Es kopi.” “Aku tidak minum kopi manis.” “Aku tahu. Jadi aku beli yang less sugar.” Arkana menatap gelas itu beberapa detik. “Kamu hafal.” “Aku hafal banyak hal soal kamu.”
106.8K viewsOngoingAdded to Library 204 Times as arah kopi
Read
+Library
180 Hari Menuju Akad

180 Hari Menuju Akad

ucap Andika sembari menyodorkan minuman kepadaku. Ya, dari aromanya, itu adalah coffelate, minuman kesukaan Arya, sesuatu yang mengingatkanku kepada lelaki bernama Arya itu, walaupun hati dan pikiran ini sangat ingin sekali melupakannya. "Minumlah, aku sengaja membelikannya untukmu," ucap Andika dengan senyuman. Mau tidak mau, suka tidak suka, aku harus mengambil kopi itu, karena aku harus menghormati dan menghargai kebaikan dan niat tulus orang lain kepadaku.
103.4K viewsOngoingAdded to Library 127 Times as arah kopi
Read
+Library
Lend Me Your Wings

Lend Me Your Wings

tanya Tia mengalihkan pembicaraan, ia melihat Arka memegang sebuah kaleng kopi instan di tangan kanannya. Arka hanya menggoyangkan kaleng kopi tersebut di depan wajah Tia, mengiyakan. Tia mengernyit, ia tidak menyangka kalau Arka memilih membeli minuman instan di minimarket dibandingkan kopi di kedai kopi dekat kantornya.
102.9K viewsOngoingAdded to Library 91 Times as arah kopi
Read
+Library
DALAM DEKAP LUKA

DALAM DEKAP LUKA

Aroma kopi Arabika berkualitas tinggi dan keju Parmesan menguar lembut di udara. Arga duduk dengan postur tegang, mengenakan setelan bisnis yang tampak terlalu ketat, mencerminkan ketegangan emosionalnya. Di hadapannya, Onella Wijaya, tampak tenang dan mempesona. Gadis itu memesan Espresso Ristretto yang kuat dan pahit, sementara Arga hanya menyesap Cold Brew tanpa gula, menolak segala bentuk kelembutan atau kompromi.
1.1K viewsOngoingAdded to Library 30 Times as arah kopi
Read
+Library
Perempuan Kopi

Perempuan Kopi

Lalu, mulai menjerang air panas. Alfian telah menyelesaikan makannya ketika air dalam ketel mendidih. Airin mengangkat gagang ketel dan menuangkan isinya ke dalam cangkir yang serta merta melarutkan bubuk hitam dengan aroma kopi arabika yang khas. Alfian berdiri tepat di sisi Airin, mencuci piring bekas makannya. Airin tersenyum melihat perilaku sepupunya itu. “Apa ada yang lucu?” goda Alfian.
108.8K viewsOngoingAdded to Library 288 Times as arah kopi
Read
+Library
APLIKASI JODOH

APLIKASI JODOH

Satu di antarnya terjadi waktu hari kedua atau ketiga di Jakarta, orang itu udah bikin ulah sama Apih. Jadi ceritanya dia datang ke tempat Apih dengan bawa oleh-oleh kopi. Mereka ngobrol kesana-kemari sampe kemudian topik pembicaraan mereka adalah soal kopi yang dari tadi mereka konsumsi. Mulanya Apih nanya. “Kopi apa nih? Koq enak banget.” “Kopi luwak. “ “Oh pantes enak,” jawab Apih sambil seruput kopi sampe hampir abis.
1011.8K viewsOngoingAdded to Library 318 Times as arah kopi
Read
+Library
Pernikahan Dadakanku yang Luar Biasa

Pernikahan Dadakanku yang Luar Biasa

“Kopinya yang bikin Chef Ardan.” “It’s okay!” jawab Arjuna menarik kursi lalu mendaratkan bokongnya di sana. Tangannya langsung menyambar secangkir kopi panas yang masih mengepulkan asapnya. Perlahan, ia mulai menyesapnya, menikmati aroma pahit bercampur asam berasal dari kopi Arabika yang begitu nikmat. Detik demi detik berlalu, keheningan meyambangi mereka. Mereka sarapan tanpa suara sama sekali.
103.2K viewsOngoingAdded to Library 103 Times as arah kopi
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status