Setitik Nila
Memberi isyarat, agar segera menghampiri Arif.
“Ada reputasi yang harus kita jaga, Rif.” Ivan mengangguk kecil pada Deswita. Ia menghampiri Arif, menepuk ringan bahu putranya yang masih berdiri kaku, seolah hendak menyalurkan ketenangan. “Apa kamu nggak malu dan nggak masalah kalau jadi bulan-bulanan kolegamu karena menikah dengan perempuan seperti Nila?”
“Perempuan seperti Nila?” Arif mengulang ucapan ayahnya dengan mengerut dahi. “Ayah, Nila itu perempuan baik-baik. Dia pekerja keras dan—”
Hot Chapters