Cinta Kedua Kami
Dian hampir menangis, matanya berkaca-kaca.
“Astaga, Di... Kita ngelakuin ini sama-sama suka. Aku nggak pernah maksa. Dengerin aku, ya, Di. Aku nggak bisa main ceraikan Ajeng tanpa alasan yang jelas. Udah, deh, Dian. Kita jalanin aja dulu hubungan ini, nanti juga ada jalan buat kita bisa bersama... ya? Jangan nangis, dong. Ntar cantiknya luntur, lho,” rayu Ardi sambil melihat kekasihnya yang sudah menangis.
Ardi memeluk dan mencium kepala kekasihnya yang sedang menangis di dalam pelukannya. Dian, yang berada dalam pelukan Ardi, mulai memikirkan cara agar "jalan" itu cepat ada.
Sikat na Kabanata