Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PEMBALASAN DEWA MAUT

PEMBALASAN DEWA MAUT

seru Ki Lunggana, bergegas mendekat. “Santaka… Santaka sudah mati, Paman,” bisik Anggrawati, air mata jatuh membasahi darah di pipinya. “Dia tewas. Kami… kami aman.” Kematian Santaka adalah akhir dari pengkhianatan terburuk dalam sejarah Jati Sakti. Murid-murid lain dari Kala Durga telah melarikan diri, dan seluruh padepokan akhirnya selamat dari rongrongan musuh yang menyusup.
103.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai aswatama mati di tangan siapa
Baca
+Pustaka
Segitiga Penguasa - Sudut Pertama

Segitiga Penguasa - Sudut Pertama

“Bagaimana bisa? Sebelum aku membangunkan yang lainnya, aku juga sempat kaget karena kukira mereka semua sudah mati. Tetapi setelah aku berteriak keras di telinga mereka, mereka semua bisa sadar, kecuali Katan.” “Kita semua terkena asap kematian. Senjata ciptaan suku Sikmatu,” ujar Wakaru menjelaskan. “Asap itu memang seolah-olah membunuh, tetapi tidak. Kita hanya tak sadarkan diri. Orang yang terkena asap kematian bisa sadar dengan cara diteriaki tepat di bagian telinga, atau diguyur dengan air.” Wakaru menghela napas panjang. Ia berusaha menahan kekesalan. “Tapi dia sepertinya memang sudah mati lebih dulu. Pasti Penjaga desa Jamahitpa yang membunuhnya.” “Kalau begitu kita tidak bisa tingga
1010.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 280 kali sebagai aswatama mati di tangan siapa
Baca
+Pustaka
PENDEKAR LEMBAH HANTU

PENDEKAR LEMBAH HANTU

"Lalu apa hubungannya dengan ibu? Apa ibu pendekar juga?'tanya Saraswati. Pandhita Kanwa tersenyum melihat perilaku keponakannya. "Tentu saja tidak, ibumu bukan pendekar tapi dia wanita yang cerdas. Tapi soal kematiannya aku sendiri tidak tahu. Aku menduga mungkin dia terbunuh saat terjadi perebutan kitab itu." Wajah Saraswati langsung merah padam karena marah, sedih dan kecewa pada bapaknya.
105.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 163 kali sebagai aswatama mati di tangan siapa
Baca
+Pustaka
Kronik Negeri Nusa

Kronik Negeri Nusa

Baigu mati seketika. Diwata mendengus, ia menyadari legenda dan cerita tentang para Laskar Sagara itu ternyata benar adanya. Perompak itu menyesal, ia seharusnya kabur selagi sempat. Perlahan pandangan Diwata berubah gelap, rasa sakit di perutnya yang menjadi - jadi entah kenapa mulai tak terasa lagi, mungkin ia mati rasa, dan tanpa disadarinya jantungnya tak lagi berdetak. .
109.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 272 kali sebagai aswatama mati di tangan siapa
Baca
+Pustaka
Warisan Darah Langit

Warisan Darah Langit

"Dia mati di hari pertama, Ayah. Dia bodoh dan lemah. Dia jatuh ke jurang Waringin Hitam saat mencoba lari dari beruang. Mayatnya tidak ditemukan." Larasmaya, yang berdiri di barisan belakang, menundukkan kepalanya dalam-dalam. Tangannya meremas botol obat di sakunya hingga tangannya sakit. Pembohong, batinnya menjerit. Balapati mengangguk pelan, ekspresinya tak terbaca. "Sayang sekali. Padahal aku ingin memeriksa tubuh 'bejana bocor'-nya itu untuk penelitian lebih lanjut. Ya sudahlah. Sampah tetaplah sampah. Kematiannya tidak berarti apa-apa bagi sekte."
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai aswatama mati di tangan siapa
Baca
+Pustaka
Pendekar Golok Naga

Pendekar Golok Naga

"Dia sendiri yang mengatakan. Jadi, tunggu apa lagi? Cepat habisi dia agar nyawanya dapat segera menyusul Sarwa Kusuma yang telah menghadap Bhatara Yama." Baik Sugatra maupun Wijaya Kusuma yang terus berada dalam pelukan, sama-sama tercekat mendengar ucapan lelaki tersebut. Bhatara Yama atau Dewa Yama adalah dewa kematian dalam kepercayaan penganut ajaran Siwaisme. Tanpa diduga, Wijaya Kusuma bertanya dengan polos, "Paman, apa maksudmu ayahku telah menemui Bhatara Yama? Apakah ayahku sudah tiada?"
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai aswatama mati di tangan siapa
Baca
+Pustaka
SUAMIKU MATI DI TANGANKU

SUAMIKU MATI DI TANGANKU

Ucapannya menjernihkan pikiranku yang tadi sempat terpengaruh oleh Rinda. Wajar Rinda cemas, dia pasti teringat bagaimana punggung Jarwo dihujam linggis oleh tangannya sendiri. Begitu juga aku yang ikut merubuhkan Jarwo. Itu baru korban pertama kami. Selanjutnya Ardan, dia lebih nahas lagi. Kepalanya pecah dan berlubang dengan linggis yang sama dan masih Rinda sebagai algojonya. Untuk Dirga, dia malaikat maut untuk Anton. Masing-masing kami telah berkontribusi besar dalam merampas nyawa mereka. Tapi semua, hanyalah reaksi naluriah untuk bertahan hidup semata.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai aswatama mati di tangan siapa
Baca
+Pustaka
Air Mata Aruna

Air Mata Aruna

tutur Aruna memegang tangan Latifah. “Runa..., Apa dosa Mama..., Sampai seperti ini nasib menimpa kami. Apa dosa kami? Hiksss..., Mengapa harus Ridwan dan Anisa yang masih muda harus meninggal seperti itu? Kenapa bukan kami saja?” tangis Latifah dengan suara serak memukul-mukul dadanya.
910.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 254 kali sebagai aswatama mati di tangan siapa
Baca
+Pustaka
Pendekar Pedang Tengkorak

Pendekar Pedang Tengkorak

Janubaya tidak bisa menutupi kesedihan di wajahnya. Beberapa waktu lalu, ia mendengar kabar burung bahwa Padepokan Teratai Putih telah diserang oleh pasukan Pembunuh Bayang Darah dan Ki Ageng Jayasri tewas dalam pertarungan itu. Awalnya Janubaya tidak ingin mempercayai kabar tersebut, karena tahu bahwa ilmu silat kakaknya itu sangat tinggi, termasuk sepuluh besar di dunia persilatan saat ini.
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai aswatama mati di tangan siapa
Baca
+Pustaka
Air mata yang Kutumpahkan

Air mata yang Kutumpahkan

Api asmara memercik-mercik panas di mata keduanya. "Bagaimana kalau suatu hari Keisha sudah tidak cantik, tidak baik, tidak pengertian dan tidak setia lagi? Apakah kamu tetap akan mencintainya?" Panji seketika bungkam. Bibirnya tidak berucap. Tetapi matanya menyatakan kalau ia menolak.
1091.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai aswatama mati di tangan siapa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status