Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Milk and Coffee

Milk and Coffee

Sabrina turun dari sepeda motornya senja itu. Ia baru saja pulang dari kantor. Ia puas dan sengaja memperlambat sepeda motornya saat Bu Fenti memandangnya sebal dari teras rumah. Ia menang! “Lewat ya Bu,” ucap Sabrina sambil membungkukan badannya. Ia sedang tidak bersikap sopan, ia hanya sedang membuat Bu Fenti ‘panas’ akan kemenangannya kini.
105.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 195 kali sebagai atasan sabrina
Baca
+Pustaka
Desahan Ibu (Tiriku)

Desahan Ibu (Tiriku)

“Kalian sudah Cin?” tanya Monica pada Yocin, bodyguard kepercayaannya itu. “Sudah Non.” “Lalu mana Sarina?” kali ini Axel yang bertanya. “Kak Sarina pergi tuan. Sama Kak Arqiles. Katanya mau nonton pasar malam.” “Kok kamu nggak ikut Cin?” “Nggak deh Non, orang lagi pacaran. Buat apa aku ikut.”
9.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 335 kali sebagai atasan sabrina
Baca
+Pustaka
RANIA

RANIA

Aurel yang melihat rania di dorong pun berontak, dia ingin membantu rania yang terduduk di lantai akibat dorongan keras karina, murid lain hanya bisa melihat pertikaian tersebut karena mereka tidak mau berurusan dengan karina yang memang dijulukin Queen bully di starschool apalagi orang tuanya yang menduduki donatur terbesar ke tiga disekolah mendukung semua kelakuannya. Rania meringis merasakan sakit di pantatnya, shitt ranis hanya bisa mendesis. Saat karina akan menampar Rania ada tangan kekar menahannya, dia mendesis siapa orang yang berani menghalanginya. Karina menoleh dan langsung kaget setelah melihat siapa pelaku nya. " Sayang ini ga seperti yang kamu liat ko " Karina memelaskan waja
105.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 176 kali sebagai atasan sabrina
Baca
+Pustaka
MADU DARI MERTUA

MADU DARI MERTUA

Ayah Sabrina telah menyiapkan sebuah pesta yang meriah untuk Sabrina dan Doni. Banyak tamu undangan yang datang. Pesta ini sekaligus untuk mengucap syukur, karena setelah melewati koma panjangnya, Sabrina akhirnya bisa kembali bersama keluarga. Di tengah pesta, Sabrina mengundang Fani untuk naik ke atas panggung. Karena hari ini juga bertepatan dengan hari di mana belasan tahun lalu mereka bertiga berikrar menjadi sahabat.
1022.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 822 kali sebagai atasan sabrina
Baca
+Pustaka
CEO ATASANKU ITU SUAMIKU

CEO ATASANKU ITU SUAMIKU

kata ayah Gempita yang akhirnya membuat Gempita bersabar. Dari arah kejauhan datang seorang gadis cantik berhijab ala modern dengan memakai kaca mata hitam serta make up sensual menghadirkan aura kagum tersendiri. "Selamat siang, maaf sudah lama menunggu," kata Arsyila mulai menyapa mereka untuk menjalankan perannya. "Oo, iya, silakan duduk. Hampir saja mau di tinggal," kata Gempita nampak tidak suka dengan Arsyila.
2.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai atasan sabrina
Baca
+Pustaka
Mencintai Tuan Manipulatif

Mencintai Tuan Manipulatif

Setelah berada di dalam, aku melihat Laskar sudah duduk di kursinya sambil mengobrol dengan seorang chef yang disewanya. "Pak Laskar!" aku tidak bisa menyembunyikan rasa bahagiaku. Senyumku mengembang secara tak sadar. Pria itu bangun dari kursinya, lalu membantuku duduk. "Selamat malam, Sabrina! Apa kamu suka dengan kejutan yang aku buat?" tanya Laskar sembari memegang bahuku lembut. Aku mengusap tangannya yang bertengger di bahuku seraya menjawab, "Ya aku sangat suka, terimakasih banyak."
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai atasan sabrina
Baca
+Pustaka
Sabtu Malam Lisa

Sabtu Malam Lisa

04.11 p.m. (pukul 16.11) LISA “Maaf,” kata Lisa. Terkesan sekenanya, tapi kebanyakan orang juga bakal begitu. Canggung. Tuan Bram masih menyuguhkan senyum. Anne, gadis kekanakan itu, di luar dugaan tak menunjukkan gejala tersinggung sama sekali, kecuali jika berhenti mengadu kakinya sendiri dengan kaki meja masuk dalam hitungan.
103.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai atasan sabrina
Baca
+Pustaka
SANTET

SANTET

Ita sendiri di tangan kanannya selalu menggengam tasbih pemberian Mbok Jumi. Tak lama kemudian Sumini sudah kembali, ia menggelar tikar di samping tempat tidur Ita. Ia salat sunnah di sana. Lantunan surah Yasin ia baca untuk meminta kesembuhan anaknya pada Allah SWT.
9.37.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 283 kali sebagai atasan sabrina
Baca
+Pustaka
No, it's You!

No, it's You!

Berharap tidak akan ada cerita kelanjutan dengan kehadiran aanita tersebut. Memakai pantalon warna biru dan blouse warna putih, rambutnya digelung anggun ke belakang. Melangkah dengan sangat elegan. Mata Sabrina otomatis mengikuti arah langkahnya. Pandangan matanya yang tidak lagi tertuju ke teamnya membuat mereka mengikuti arah pandangannya dan menemukan sesosok bule cantik yang berjalan ke arah … ke arah ruangan Samudra?
1011.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 328 kali sebagai atasan sabrina
Baca
+Pustaka
Raina

Raina

koreksi Raka. "Iya deh," balas Fahmi. Lalu pria itu mengulurkan tangannya untuk berjabat dengan wanita itu. "Gue Fahmi, dan perkenalkan manusia-manusia purbakala yang masih tersisa di zaman Millenial ini. Ada Dipo, Galih, Wisnu, Erfan, dan Anwar. Biar kata absurd tapi prestasi kita sebagai atlet futsal pas SMA nggak perlu diragukan lagi." Fahmi jumawa sekali. "Ini juga istri-istri kita, dua lagi belum nikah. Dan itu Raina, mantannya Raka." Fahmi menyeringai usil. "Eh?" Aku terkesiap. "Fahmi, apaan sih lo?" sambarku salah tingkah.
109.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 357 kali sebagai atasan sabrina
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status