Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Taken By The Jerk CEO

Taken By The Jerk CEO

Tangan perempuan itu bergetar. “Dia adalah Aurora.” Aurora menonggakan wajahnya. Bola matanya bertemu dengan tatapan tajam dari Tuan Damian. Tubuh Tuan Damian yang tinggi dengan rambut beruban serta bola mata yang tajam membuatnya terlihat benar-benar menyeramkan. Syal hitam begitu setia melilit di lehernya. Tuan Damian berjalan ke arah Aurora dan menatap secara dekat wajah perempuan itu.
1.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai aura orang pendiam
Baca
+Pustaka
Bisikan Tengah Malam

Bisikan Tengah Malam

"Tak ada lagi orang dewasa yang bisa menyiksa anak kecil. Kami akan menyelamatkanmu...." Aurora menutup matanya, ketika Darren tinggal beberapa langkah lagi di depannya. Sementara Marni dan Nung Layu, makin terus berteriak Hoom Pim Pah. "Hoom Pim Pah Alaiom.....gambreeeeng!!!"
3.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai aura orang pendiam
Baca
+Pustaka
Pembalasan Tuan Muda Terkuat

Pembalasan Tuan Muda Terkuat

Sunyi total. Bukan sunyi yang nyaman. Ini sunyi yang menghantam seperti tembok batu, mendadak dan keras, membungkam seisi arena dalam satu waktu. Ribuan pasang mata berpaling ke satu arah. Ke sosok yang berdiri tegak di atas arena batu biru, dengan darah yang belum sepenuhnya mengering di sudut bajunya. Ryan Pendragon. Pemuda itu baru saja mengucapkan sesuatu yang tidak ada seorang pun menyangka akan didengarnya hari ini.
9.71.3M DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33.6K kali sebagai aura orang pendiam
Tampilkan Ulasan (79)
Baca
+Pustaka
Raden Arya
Salam Kak Rionir, semoga selalu diberikan kesehatan dan rezeki yang berlimpah. untuk pembaca setia juga semoga sehat selalu. izin promosi ya kak. untuk teman-teman yang suka novel action, mafia, balas dendam, dan identitas rahasia. pokoknya wajib baca novel Balas Dendam Putra Mafia Terkuat. ...
Adelia
maaf mengotori kolom komentarnya izin promosi cerita aku, aku harap kakak dapat membaca cerita aku dan memberikan nilai kepada cerita aku terimakasih kak Judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku.
Baca Semua Ulasan
Mafia's obsession

Mafia's obsession

suara Rania terdengar dari ruang kendali. Aurora berlari menuruni tangga. Sesampainya di ruang kendali utama, layar besar sudah menampilkan sosok yang berjalan perlahan dari kabut—siluet seorang pria, dikelilingi oleh kilatan samar cahaya berwarna emas dan merah tua. Seif yang berdiri di sisi Rania menegang. “Itu dia...” Aurora membeku sesaat, lalu melangkah maju. “Buka gerbang.”
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai aura orang pendiam
Baca
+Pustaka
NAMA PEREMPUAN YANG KAU SEBUT DALAM DOA

NAMA PEREMPUAN YANG KAU SEBUT DALAM DOA

“Sayang sekali, kalian telat. Proyek Aurora sudah dimulai ulang.” Clarissa langsung mengenali suara itu. “Profesor Mardian…” Pria itu tersenyum samar. “Clarissa. Atau… sebaiknya kupanggil ‘Z–08’? Versi paling sempurna yang pernah kami buat.” Raihan bergerak melindungi Clarissa. “Kalau kau mendekat, aku—” “—akan apa?” Mardian menyeringai. “Kau pikir aku tidak bisa hentikanmu, Subjek A–01?”
1023.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 929 kali sebagai aura orang pendiam
Baca
+Pustaka
PELITA DI TENGAH GELAP

PELITA DI TENGAH GELAP

“Rumah itu bukan soal nyaman. Tapi soal siapa yang nunggu.” Ia menatap layar ponsel, membuka pesan yang belum terkirim: “Din, aku minta maaf. Aku cuma pengen pulang.” Lalu ia menutup ponsel itu dan menatap keluar jendela. Hari itu, langit Pekanbaru mendung. Hujan baru saja reda ketika Dinda pulang dari sekolah dengan wajah cerah. Di tangannya, ada amplop kecil berwarna biru muda dengan pita di atasnya.
825 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai aura orang pendiam
Baca
+Pustaka
Atasan Posesif itu Mantan Suamiku

Atasan Posesif itu Mantan Suamiku

“Aurora?” Ia membuka pintu, masih mengenakan setelan tidur sutra abu-abu lembut. “Ada apa?” Andrew berdiri di ambang pintu dengan senyum ramah, mengenakan kaus putih dan celana lounge. "Tadi aku pesen cokelat panas. Kalau kamu mau—” Ponsel Aurora bergetar di tangan. Ia menunduk, mengerutkan alis. Nama pengirim: Yolanda.
814.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 485 kali sebagai aura orang pendiam
Baca
+Pustaka
Aku Pulang, Tapi Bukan Padamu

Aku Pulang, Tapi Bukan Padamu

ucap Bu Astuti, berusaha mengendalikan diri. Ruang tamu menjadi saksi dari sunyi yang menekan. Tidak ada suara selain detak jam dinding dan gelegak air teh yang baru dituangkan Bu Astuti ke cangkir tamunya. Ia duduk dengan tenang, tapi matanya mengawasi, mencoba membaca situasi. Pria paruh baya itu akhirnya membuka suara. “Maafkan kami kalau kedatangan kami mendadak dan mengejutkan, Bu. Tapi kami datang ke sini untuk meminta penjelasan. Anak kami, Nadya... hamil.”
830 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai aura orang pendiam
Baca
+Pustaka
Jalan Sunyi sang Pendekar

Jalan Sunyi sang Pendekar

Merasa diabaikan, anak kecil itu kembali berkata, “Paman, kenapa kau diam saja? Tolong jawab aku! Kenapa semua orang diam saja sih?” Pria itu mengambil kertas dan pena dari tas kulitnya, lalu menulis sesuatu dengan tangan gemetaran. Setelahnya, ia menyerahkan kertas itu pada keponakannya. Setelah menerima kertas itu, anak kecil itu membaca isi kertas tersebut dalam hati. ‘Kau sedang mengalami gangguan pendengaran, Nak. Jadi, untuk sementara waktu ini, kau tidak dapat mendengar suara apa pun. Tapi kau tenang saja! Selama pendengaranmu belum pulih, paman akan selalu menjagamu.’
104.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai aura orang pendiam
Baca
+Pustaka
Ujung Senja

Ujung Senja

Cukuplah kematian suamiku menyisakan aib bagi dirinya sendiri, jangan ada lagi bangkai yang baunya menguar ke udara dan menciprati tubuh kami. Dayu tak bergerak dari tempatnya, padahal aku sudah berkali-kali mendorong bahunya. Wajahnya menunjukkan ekspresi masa bodoh. Ya sudahlah, tak mungkin aku terang-terangan mengusirnya di depan singa betina ini. Siapa tahu kehadirannya membantu, kan? “Terserah elo! Gue enggak ngomong sama anj***, gue ngomong sama manusia.” Tari mendorong bahu Mega.
108.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 201 kali sebagai aura orang pendiam
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status