TWELVE
Reiki meneguk sedikit air teh tawar yang mengepul, sambil menunggunya menjawab pertanyaan aku mulai menyuap bubur tanpa kacang.
“Pertemuan pertama, saat itu aku melihatmu di supermarket, tapi sebelum aku menyapa. Kamu sudah menghilang dari pandanganku dan yang kedua di gunung itu, yang hampir membuatmu celaka karena kecerobohanku. Senter yang aku pakai mati saat itu jadi, aku nggak liat kamu. Tapi, aku sama sekali nggak tau kalau itu kamu, sampai teman- temanmu datang dan menyuarakan namamu. Dan aku mulai menghitung kalau itu kedua kalinya aku bertemu sama kamu. Sampai aku mengatakan dalam hatiku, kalau kamu memang jodohku, maka kita akan bertemu lagi…” Reiki menyuap bubur yang tinggal seten
Hot Chapters