Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pernikahan Jebakan: Dimanja Sang Presiden

Pernikahan Jebakan: Dimanja Sang Presiden

Suzy mengangguk dan berkata dengan jujur, "Ini enak." Gilbert Shen tampaknya memiliki kelicikan di matanya, dan saat itulah misteri itu akhirnya terungkap, dan dia memperkenalkan: "Hidangan ini disebut ayam renyah emas, tetapi ayam ini bukan ayam tawanan yang biasa kita makan, tetapi katak yang tumbuh di sawah." Setelah berbicara, dia menatap Suzy dengan senyum tipis, seolah menantikan reaksinya.
9.34.9M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 147.7K kali sebagai ayam berotot
Tampilkan Ulasan (1893)
Baca
+Pustaka
Ina R Ina R
...... sangat senang membaca novel ini syangny hanya sdikit iklan yg bisa d buka untuk bab berikutnya bisa d tambah lagi gak ya karena untuk membeli bonus/koin sya awam atau gaptek tentang teknologi sruh suamiku untuk bayar ngambek terus minta d hapus sja novelny kl byar smntara sya suka baca .........
robertcalvin871
syabas, semoga bisa terus maju karyanya. bagus... sekali pun nama yg di sebut welly jadi wei wei..kkadang, Robert/Rob masih bisa di pake.. Untungnya kami sdh terbiasa dgn nama² watak hero di dlm buku novel yaa.. hehe kami nggak pusing penting jalan ceritanya mantap! nggak tergantung. Terbaikk.. ...️ ...
Baca Semua Ulasan
Kota di Tengah Antah Berantah

Kota di Tengah Antah Berantah

Ayam itu berlari berputar-putar seperti ornag mabuk. "Ayam gila!" gerutu Rei kesal. "Sini ku goreng kau!" Rei menempelkan wajahnya pada jendela, hendak membuka jendelanya, tetapi tangannya terhenti karena ayam yang tadi menggagetkannya, sekarang dengan santainya bertengger di bahu neneknya yang seharusnya ada di dalam tanah.
263 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5 kali sebagai ayam berotot
Baca
+Pustaka
Kaisar Dewa Gombal

Kaisar Dewa Gombal

Ayam itu menghindar ke kanan tanpa terburu-buru, seperti sudah tahu ke mana Bagas akan melompat sebelum Bagas sendiri tahu. Tujuh kali percobaan kemudian, Bagas berdiri di tengah halaman dengan lutut kotor, siku lecet, dan nafas tersengal, sementara ayam itu kembali mematuk-matuk tanah di sudut yang sama seperti awal. "Ayam ini tidak normal," kata Bagas. "Semua ayam normal," jawab Mbah Suro dari kursinya di beranda, masih menyeruput teh. "Kamu yang tidak bisa menangkap ayam normal."
556 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai ayam berotot
Baca
+Pustaka
Mahligai Bersamamu

Mahligai Bersamamu

“Mirip dari mananya. Gantengan sama machoan Abah kita lah, Om sih apa? Cuma mirip tinggi doang sama kulit putihnya, badan kerempeng.” “Eh eh eh. Jangan salah. Om punya roti sobek juga tahu!” “Halah, roti bantet lah iya, Om.” Azada makin memanasi. “Eeee, ada ya. Gak percaya nih om tunjukkin. Nih nih nih.” Azmi menunjukkan perut ratanya dan hanya dicibir oleh Azada. “Idan, tunjukin punya kita.” “Beres.”
9.926.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 834 kali sebagai ayam berotot
Tampilkan Ulasan (14)
Baca
+Pustaka
Wiwik Setyo Wiyati
Kisahnya itu menginspirasi dan mengandung nasehat terutama dalam berumah tangga.. Dan ads lucu2nya.. Jadi Semangat bacanya.. Apa lagi mengandung aturan dalam beragama bagaimana seorang Muslim bersikap dg lawan jenis... Semoga berkah kk author..
Endang Sagita
alurnya gk bosenin dan selalu penasaran dg kelanjutannya, ya kalo bisa di oerpanjang bab nya seru bacanya dan aku terhibur sekalibanyak jg pelajaran yg bisa di ambil dr kisahnya ...... semangat terus buat lanjutin kisahnya ......
Baca Semua Ulasan
Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya

Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya

Ia mengambil sepotong roti gandum hangat dari keranjang di atas meja, membelahnya dengan jari sebelum mengoleskan sedikit mentega dan selai beri di atasnya. Di meja teras itu sudah tersaji beberapa hidangan sederhana namun menggugah selera—sepiring ayam panggang madu dengan kulit kecokelatan, semangkuk sup jagung kental yang masih mengepul, serta sepiring kecil sayuran panggang yang diberi taburan garam dan rempah. Valeriana menyodorkan roti yang baru diolesinya ke arah Kael. "Makan dulu," katanya tegas, seperti seorang istri yang tidak menerima bantahan.
9.936.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai ayam berotot
Baca
+Pustaka
Cinta Untuk Si Ayam Kampus

Cinta Untuk Si Ayam Kampus

‘Akhirnya, ada yang ambil coklat Beng-Beng gue.’ Gumam Flo. Inilah dunia Flo yang sesungguhnya. Dunianya yang sesungguhnya baru akan dimulai ketika Sang Bagaskara mulai masuk, beristirahat di ufuk barat, serta langit mulai berubah warna dari jingga ke hitam gelap. Flo sudah siap untuk melancarkan aksinya demi memenuhi dunianya. Seperti biasa, ketika jam kuliah sudah selesai, Flo langsung membeli coklat Beng-Beng di kantin, dan mulai menempelkan sebuah kertas berisi tulisan “Just call me”, dengan tak lupa mencantumkan nomor ponselnya di kertas putih tersebut. Lalu, ia akan menaruhnya di saku belakang celana jeansnya. Dan, jika ada laki-laki yang mengambil coklat Beng-Bengnya, sudah dipastika
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai ayam berotot
Baca
+Pustaka
Owned by Mr. Hamilton

Owned by Mr. Hamilton

ucap Aaron yang sekrang sudah duduk di sofa ruangan Oriel bersama Carol dan Emily "Iya Aunty, tadi Kami ingin pergi sendiri mncari Aunty, tapi Daddy mengancam akan menggoreng ayam pelangi Kami," Emily mengadu pada Carol "Ayam pelangi?" tanya Carol karena tidak pernah mendengar nama hewan itu "Iya Aunty, Kami memiliki Ayam dengan banyak warna di rumah," Jawab Aaron antusias "Kalian dapat dari mana? Aunty belum pernah mendengar nama hewan seperti itu sebelumnya," Ucap Carol
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai ayam berotot
Baca
+Pustaka
Pelayan Dadakan Tuan Kejam

Pelayan Dadakan Tuan Kejam

Amora berharap di sana ada roti atau semacamnya yang bisa membuat perut kenyang. “Yaah!” Amora mendesah berat saat mendapati lemari tersebut hanya berisi sederetan mie instan dan sederetan bubur ayam instan di rak bawah. “Apa aku buat bubur ayam saja ya?” gumam Amora. “Tapi kalau yang lain bangun bagaimana?”
106.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 142 kali sebagai ayam berotot
Baca
+Pustaka
AMALIA, Kesetiaanku Diragukan

AMALIA, Kesetiaanku Diragukan

Amalia memperhatikan ayam yang dibiarkan terendam air panas sesaat itu. "Besar ini, Bu Alia." "Potong enam belas kalau begitu, Pak." "Oke, siap." "Bumbunya sudah jadi. Saya tinggal mandi dulu, biar enggak tergesa-gesa salat Ied nanti." Pamit Amalia meninggalkan Agus dan Reza yang mulai mencabuti bulu ayam bangkok itu. 🌹🌹🌹
105.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 215 kali sebagai ayam berotot
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status