Pria Tampan terdahsyat yang legendaris.
Tanya Gunayanto.
" Pak Amat, kalau ayamnya tidak di angkat sekarang, ayamnya sudah tidak bisa dipakai lagi, itu kenanya dadanya terus tuh." kata Herman.
Dengan terpaksa bercampur malu, karena tadi memandang sepele ayam Gunayanto, Pak Amat mengangkat ayamnya dan dengan terpaksa dijual murah, 300 ribu saja.
Gunayanto suka melihat adu ayam, karena jika ayam temannya kalah, dia akan pikir, harus cari ayam yang seperti apalagi untuk mengalahkan ayam lawam, seperti lagi melatih ilmu bela diri.
Sikat na Kabanata