Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Revansha

Revansha

Matahari belum menampakkan wujudnya di permukaan langit, tetapi gadis itu sudah bangun sejak tadi. Rutinitas yang selama dua minggu ini tidak dilakukan, sekarang kembali terjadi. Bangun pagi, mandi, menyiapkan perlengkapan untuk sekolah. Bahkan beberapa menit yang lalu dia sempat heboh sendiri hanya karena kaus kaki tanpa pasangan, karena sikapnya yang sedikit ceroboh.
102.3K viewsOngoingAdded to Library 60 Times as back to routinity
Read
+Library
BROKEN

BROKEN

Michele bertanya. “Tidak apa, hanya sedikit mual!” sahut Jess. Sebuah kalender tak sengaja dilihatnya dari bibir westafel. Kecemasan pun meningkat mengingat tanggal merah bulanannya tak kunjung datang sejak dua minggu yang lalu. “Aku akan membuatkan teh untukmu!” “Terima kasih, Miche!” sahut Jess dari dalam.
109.1K viewsCompletedAdded to Library 264 Times as back to routinity
Read
+Library
RETAK

RETAK

gumam Vitaloka sembari menatap langit-langit kamar apartemennya. Mulai besok, dia sudah mulai bekerja di perusahaan tersebut. Kembali bersosialisasi dan beradaptasi dengan lingkungan baru. Berharap kalau besok, kinerjanya bisa lebih bagus lagi. Notifikasi pesan masuk mengalihkan pikiran Vitaloka. Dia segera mengecek pesan masuk tersebut yang ternyata dari Sebastian. Laki-laki itu masih tidak tahu malu, sudah beristri. Kini malah menghubunginya lagi. Vitaloka tak ingin membuat Nesya sakit hati, dia mengabaikan pesan tersebut sekaligus menghapusnya.
103.5K viewsOngoingAdded to Library 111 Times as back to routinity
Read
+Library
Broken

Broken

tanya Rein panik. “Duh... kan gue biar lewat jalan potong. Kenapa malah kayak gini, sih?” Niat awal Rein berada di jalanan sepi hanya untuk melalui jalan pintas, agar ia lebih cepat tiba pada tujuannya. “Duh... papi. Gue harus telepon papi.” Sambil mengendarai mobilnya, Rein mulai sibuk mencari kontak papinya. Ia menyetir dengan tangan kirinya, sementara tangan kanannya sibuk menghubungi papinya. “Pi.... Tolong Rein, pi. Rein takut banget, pi...” ucap Rein hampir menangis. “Pi, Rein takut. Tolongin Rein, pi.”
1013.9K viewsCompletedAdded to Library 389 Times as back to routinity
Read
+Library
Mainan Baru Tuan Montevista

Mainan Baru Tuan Montevista

Kembali ke Rutinitas dan Perbedaan yang Aneh Sejak aku kembali, hidupku kembali terbagi dalam ritme yang kupuja: pagi hari diisi oleh aroma Alexander Jr. Dan Axel, lalu sore hari yang dipenuhi oleh aroma gula dan ragi.
103.3K viewsCompletedAdded to Library 126 Times as back to routinity
Read
+Library
Takkan Kembali Lagi

Takkan Kembali Lagi

"Kamu masih suka dengan gaun yang kamu pakai minggu lalu, 'kan? Gaunnya sudah kubeli. Kamu bukan anak muda lagi, jadi carilah pria yang tulus sebagai pasangan hidupmu dan jangan pernah muncul di hadapanku lagi. Ayo kita putus!" Setelah menutup telepon, Vincent memblokir nomor Syafana. Dia menatap Reyhan sambil merentangkan tangannya. "Puas, 'kan? Aku sudah putus. Sekarang saatnya Abella kembali bersama anak kami, 'kan?" Ekspresi Reyhan sontak berubah. Rasanya dadanya berdenyut hebat dan tangannya yang memegang tongkat berjalan menjadi gemetar. Detik berikutnya, Reyhan terjatuh ke atas lantai dengan kencang. Para pelayan sontak berlari menghampiri sambil menjerit.
7.2K viewsCompletedAdded to Library 222 Times as back to routinity
Read
+Library
PULANG DARI RANTAU

PULANG DARI RANTAU

Setelah itu, dirinya merebahkan tubuh untuk sekadar meluruskan pinggang sejenak sebelum kembali lanjut perjalanan. Setelah beberapa saat, dia bangkit lalu menuju sebuah minimarket yang masih buka. Dibelinya satu gelas kopi hitam untuk menyegarkan mata. Jiwanya masih di perjalanan, tetapi pikirannya sudah tiba di rumah. Bayangan wajah Cahaya dan Kirana bergantian membayang. Perlahan jemarinya beralih pada tombol panggil, entah kenapa tiba-tiba pikirannya merasa tak tenang. Namun, rupanya ponsel Cahaya gak aktif. Entah kenapa perasaannya begitu tak nyaman
9.836.0K viewsCompletedAdded to Library 792 Times as back to routinity
Read
+Library
REUNI

REUNI

"Gue pikir lo udah balik, Rin." "Ini gue mau balik. Udah ah gue cabut. Lo ati-ati jangan ketawa sendirian. Udah sepi ini," ujarnya sembari berlalu. Aku sontak celingukan. Benar. Hanya aku yang ada di workstation serta OB yang masih tampak mondar-mandir. Aku mengakhiri kegiatanku menekuri I* dan segera membereskan apa-apa yang ada di atas meja.
1015.9K viewsCompletedAdded to Library 444 Times as back to routinity
Show Reviews (11)
Read
+Library
Yuli F. Riyadi
Halooo, Selamat Datang di Goodnovel. Ini cerita keempatku di sini. Semoga kalian suka membaca kisah Wina-Tama-Giko-Danar. Mereka akan menemani kalian tiap hari hingga tamat. Yuk! ramaikan dan jangan lupa tinggalkan review lima bintang .........
arwa
biasanya aku kurang suka baca cerita yg ceritanya cuma dr sudut pandang satu doang,,,tp ini lain,rasanya harus lanjut baca terus,bagus si,sayang nemu cerita ini baru,,,, habis ini enaknya lanjut cerita yg mana kak??
Read All Reviews
Author Yang Bereinkarnasi Menjadi Villain

Author Yang Bereinkarnasi Menjadi Villain

Sehari telah berlalu semenjak kepergian [Huginn & Muninn]. Di sisi lain, Van sedang melakukan rutinitas harian setiap pagi. "999. 1000." gumam Van. [Ding! Misi Harian Selesai] [Push up (1.000/1.000)] [Sit up (1.000/1.000)] [Pull up (1.000/1.000)] [Squat (1.000/1.000)]
101.6K viewsOngoingAdded to Library 51 Times as back to routinity
Read
+Library
Pagi yang Enggan Kembali

Pagi yang Enggan Kembali

Rasanya tak nyaman. Lift berhenti, Arya melangkah keluar. Tidak ada orang di sana. Dia menuju parkiran. Keramaian sama seperti hari-hari biasa. Ia menuju ke ATM terlebih dahulu. Ada dua mesin di dalam, yang satu kosong. Dia langsung masuk. Orang di sebelahnya keluar, lalu satu orang lain masuk. Arya reflek saja menoleh sebentar, lalu kembali melanjutkan transaksi.
1.5K viewsOngoingAdded to Library 58 Times as back to routinity
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status