Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Lelaki Impian Si Gadis Tak Sempurna

Lelaki Impian Si Gadis Tak Sempurna

Dan tidak berapa lama, aku merasa sangat mengantuk dan terlelap. Harumi? Entahlah. Aku tidak bisa bergerak leluasa walau hanya sekadar menghubunginya. Takdir seperti memaksaku untuk memusatkan perhatian pada Minaki semata. Bila sudah demikian, aku bisa apa? Bukankah melawan takdir sama dengan melawan Tuhan? *** "Rin, besok aku kembali ke apartemen. Segera beresi semua barang-barangmu." Tuturku pada Rinto melalui sambungan telfon.
10166.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.3K kali sebagai back to routinity
Baca
+Pustaka
Dimanja Suami Kontrakku

Dimanja Suami Kontrakku

Seperti pagi ini. Anita bangun lebih dulu melakukan rutinitas sehari-hari, meski tidak ada lagi “seperti biasa” yang sebenarnya. Ia memasak telur orak-arik, memotong roti, dan mengisi botol susu Nathan. Rutinitas menyelamatkan Anita dari pikiran dan perasaan yang bergejolak tentang perpisahan dengan Rex. Rex muncul beberapa menit kemudian, rambut basah, kaus abu-abu, mata merah karena kurang tidur.
1042.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai back to routinity
Baca
+Pustaka
Repeated Past!

Repeated Past!

“Khanza, elo—“ “Kak, aku bosan minum obat. Aku capek. Obat-obat itu nggak membantu kesembuhan aku sama sekali, hanya mengurangi rasa sakit dan mencegah supaya serangan itu nggak terjadi. Jantung aku dari hari ke hari semakin lemah, aku yakin itu. Jadi, nggak akan ada pengaruhnya meskipun aku nggak meminum obat itu.” “Tapi, Za—“
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai back to routinity
Baca
+Pustaka
Kembali Padamu

Kembali Padamu

Dia pun kembali tidur dengan perasaan gusar. Beberapa jam kemudian suara kokokan ayam jago melengking memekik gendang telinga. Pertanda pagi telah tiba. Kejadian semalam membuat suana hati Nur masih agak buruk. Sebenarnya dia sedang malas bekerja, tapi apa boleh buat? dia harus tetap melaksanakan kewajibannya sebagai karyawan. Aktifitas yang selalu terulang - ulang, terkadang membuatnya bosan. Tapi berdiam diri dirumah akan jauh lebih membosankan
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 142 kali sebagai back to routinity
Baca
+Pustaka
Memory

Memory

Belum sempat aku tekan terima, panggilan berakhir. [Hasna, untuk sementara kamu menginap, Bik Yuni balik kampung karena anaknya sakit. Sebelum ke sini, kamu pulang ambil baju.] Pesan dari Lenni. Aku tidak membalas pesan, cukup dibaca saja. *** Pukul 17.36 Lenni duduk di tepi tempat tidur, dia memijat tengkuknya lalu mengoleskan minyak kayu putih. Dia mengeluh sakit kepala, perempuan bertubuh subur itu terlihat kelelahan.
108.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 291 kali sebagai back to routinity
Baca
+Pustaka
Comeback

Comeback

maki Anya dalam hati. ____________________________________________________________________ “Assalamu’alaikum, pria tertampan sejagat raya sudah pulang ke rumah!” teriak Aditya begitu menginjakkan kakki di rumahnya. Anya hanya berdecak kesal, lalu menghempaskan tubuh lelahnya ke sofa ruang tamu. Sungguh hari yang berat, bertemu Sean, laporan pekerjaan yang tidak ada hentinya hingga dia melupakan janji pada dokter Bintang. Bukan hanya itu, Anya juga lupa meminum obatnya tadi. Dengan perlahan dia memijit kepalanya yang mulai pusing.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai back to routinity
Baca
+Pustaka
IPRIT

IPRIT

Mencoba mencari kesalahan dalam melakukan ritual masing-masing. Sejak kegagalan-kegagalan di desa, mereka mulai merasa kehidupan untuk mencapai keabadian tidak lagi terasa mudah. "Apa karena kau sedang datang bulan, maka persembahan malam ini jadi ternoda?" tanya Iprit laki-laki.
1052.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai back to routinity
Baca
+Pustaka
Turn Back Time

Turn Back Time

ucap Tristan. “Bukankah sudah seharusnya seperti itu? Kita harus saling mengingatkan sebagai saudara,” balas Doy. Percakapan mereka akhirnya harus berhenti karena dentingan bel yang menandakan bahwa jam kerja akan segera dimulai kembali. Tristan, Doy, dan Yudha segera bergegas merapikan tempat beribadah itu sebelum akhirnya pergi untuk kembali bekerja.
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai back to routinity
Baca
+Pustaka
Malam yang panas

Malam yang panas

Sebuah Rutinitas yang Berubah Hari-hari berikutnya berjalan seperti biasa. Nadia kembali ke rutinitasnya—bangun pagi, bekerja di kantor, menghadiri rapat yang melelahkan, lalu pulang larut malam. Namun, ada satu hal yang membuat segalanya terasa berbeda: pikirannya terus saja kembali pada Reza.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai back to routinity
Baca
+Pustaka
Pulang

Pulang

Meskipun semua pekerjaan rumah sudah habis dikerjakan, tapi hari masih berjalan dengan lambat. Belum waktunya untuk sang putri kembali dari sekolah, Bu Retno memilih untuk beristirahat sejenak selain merasa sedikit lelah, kedua bayi kembarnya juga bergerak aktif dan sesekali membuatnya merasa kesakitan. #Bersambung.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai back to routinity
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status