Dendam Wanita Simpanan
Kedua kaki yang gemetar terus ditahannya dalam cengkeraman menyakitkan.
Meski aku menatap dan mengiba, tak ada binatang yang akan mengasihani mangsanya.
Diamku yang diselimuti gigil dari kekhawatiran, sepertinya malah dianggap sebagai bentuk pasrah. Seringai pada wajahnya disusul ritme gerakan yang dipercepat hingga tubuhku berguncang. Walau akal sehatku tak bisa menerima, respon yang ditunjukkan oleh tubuh malah berbeda. Gelenyar-gelenyar hangat dan juga aneh mulai mengalir dari tengkuk, kemudian melemaskan kedua tungkai. Aku terkulai, serupa boneka yang bisa dengan bebas dipermainkan oleh pemiliknya.
ตอนยอดนิยม