Ah, Jangan Kakak Ipar
bisiknya lemah.
Damar meraih bahu Risa lembut, “Sini, duduk dulu,” katanya, menuntun Risa ke sofa.
Ia menatap wajahnya yang pucat, rambut yang berantakan, keringat kecil di pelipis, dan suhu badan yang terasa lebih panas. “Kamu demam,” ucapnya pelan sambil meraba keningnya.
Risa menunduk menahan malu. “Tadi udah dikompres lagi, Mas. Tapi masih bengkak.”
인기 회차