Pesugihan Genderuwo
“Apa saja yang harus saya cari, Kyai?”
“Garam laut yang belum diolah, air dari mata air murni atau sumur tua, bunga mawar merah dan putih, serta dupa dengan aroma cendana.”
Bagas mengangguk, meski keraguan jelas terpancar di wajahnya. “Baik, saya akan pergi.”
Namun, sebelum dia sempat berdiri, suara berat terdengar di telinganya. “Jangan pergi, Bagas. Tetap di sini. Mereka akan membunuhmu.”