Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bekas Bini

Bekas Bini

"Sekarang Dewi ada di mana, Ris?" Pertanyaan Mama Via yang bertanya dari arah belakang membuat Faris terlonjak kaget. "Mama ...." desis Faris lirih. "Dewi di mana sekarang, Ris?" ulang Mama. "Nggak tahu, Ma. Mungkin balik ke Singapura atau mungkin ada di rumah Bella yang di Bandung itu," jawab Faris sekenanya. sambil memutar matanya. "Yang, aku ke kamar dulu ya! Mas, Ma. Dimas istirahat dulu, persiapan nanti dinas malam," pamit Dimas.
1022.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 450 kali sebagai bagas 33
Baca
+Pustaka
KINASIH

KINASIH

ucapnya kembali mendorong kereta belanja itu ke arah lain. "Nah, butuh pempers nggak, As?" Sontak, Asih yang tengah mengamati sekitar menoleh ke arah Bayu yang kini memegang satu pack popok dewasa. "Balikin, Mas," bisik Asih yang kesulitan meraih benda di tangan pria itu. "Ya siapa tahu kamu pakai ini, As. Katanya orang hamil kan beser," imbuh Bayu masih membaca satu per satu produk di hadapannya.
1.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai bagas 33
Baca
+Pustaka
Suamiku Bukan Petani Teh Biasa

Suamiku Bukan Petani Teh Biasa

Perjalanan menantang takdirnya akan segera dimulai. Kehadirannya disambut oleh sepasang mata tajam yang menatapnya penuh spekulasi. Sejenak Lara terkesima. Ia sama sekali tidak menyangka kalau penampakan seorang petani ndeso seperti yang dikatakan Sesil, segagah ini. Bagas mengenakan kemeja lengan panjang yang ia gulung hingga sebatas siku dan celana pantalon hitam. Alih-alih petani, penampilan Bagas malah menyerupai seorang eksekutif muda. "Terus terang saja pada saya. Sebenarnya kamu punya cacat apa sampai kamu meminta saya menikahimu secepatnya padahal kamu tidak mengenal saya. Melihat saya pun, kamu baru kali ini bukan?"
1043.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 919 kali sebagai bagas 33
Baca
+Pustaka
Terjebak BossZone

Terjebak BossZone

Nesa menangguk, lalu setelahnya kembali melirik Bagas "Kamu, ngga kena jitak sama Kak Bian, kalau manggil Kak Abin?" "Kalau di depan Kak Bian mah ngga berani aku, hahaha...." Nesa kembali ikut tertawa. "Kak Bian galak ya?" Bagas mengangguk , lalu setelanya menggeleng. "Kadang baik, kadang galak sih," jawab Bagas seadanya. "Itu, rumah Kak Bian, pintu ketiga dari sebelah kanan.” Bagas menunjuk satu buah bangunan kayu dengan gerakan dagunya, membuat Nesa mengikuti arah pandang bocah lelaki itu. “Aku tinggal ya, Kak,” pamit Bagas melepaskan tangan yag sedari tadi saling menggenggam. “Aku harus ngumpulin botol bekas yang banyak biar dapet uang hari ini.” Nesa mengangguk. Mengucapkan terima kasih,
3.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai bagas 33
Baca
+Pustaka
Gadis Penantang Takdir

Gadis Penantang Takdir

tanya Agni dengan murka yang padahal, jelas ia sudah tahu apa jawabnya. "Ya! Tentu saja," sahut Bagas enteng. Bahasa tubuhnya sungguh congkak. Merasa dirinyalah yang paling kuat dan paling berkuasa. "Sialan!" desis Agni pelan dengan tangan yang mulai terkepal kuat di sisi kanan dan kiri tubuh. Napasnya memburu, tiga kali lebih cepat dari biasanya.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai bagas 33
Baca
+Pustaka
TERLAHIR KEMBALI SEBAGAI LEGENDA

TERLAHIR KEMBALI SEBAGAI LEGENDA

"Kenapa saya diundang ke sini?" Kak Bagas tersenyum sinis. "Kamu tahu siapa saya, kan? Aku Kak Bagas, bos Jalan Hitam." Yoga tidak terkejut. "Kamu pikir aku takut sama kamu?" Kak Bagas merasa terhina. "Berani-beraninya kamu bicara begitu! Tuan Budi mengeluarkan 2 miliar untuk mengurus kamu! Kalau kamu tahu diri, menyerahlah, atau kamu akan mati di sini!"
1044.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai bagas 33
Baca
+Pustaka
Pembalasan Dua Halilintar

Pembalasan Dua Halilintar

Jodi tak bisa menolak tugas tersebut. *** Bagas masih sibuk dengan urusannya sendiri, mempersiapkan dirinya. Pagi itu, dia seperti biasa. Melakukan latihan sebagai persiapan untuk perang besar yang sudah dipersiapkan. Dia akan membutuhkan banyak kekuatan, musuhnya tidak hanya Dark Head. Dia sedang berhadapan dengan semua organisasi pembunuh. [Kesempatan hidup anda, 33 hari] [Status kekuatan, Ultimate Magic Assassin tingkat pemula]
3.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 137 kali sebagai bagas 33
Baca
+Pustaka
Mendadak Dinikahi Direktur Syar'i

Mendadak Dinikahi Direktur Syar'i

Bagas mengernyit, menatap nomor tak dikenal yang hadir di layar ponselnya. “Siapa, Mas?” potong Nilna. Mencondongkan kepala ke arah Bagas, ikut menatap layar ponsel. “Nggak tahu, Dek. Ini mau Mas angkat,” sambung Bagas, menggeser ikon berwarna hijau. “Assalamualaikum, hallo!” sapanya cepat.
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai bagas 33
Baca
+Pustaka
Sukses setelah ditalak Tiga

Sukses setelah ditalak Tiga

tegur Keira dengan posisi kedua tangan ia masukan ke saku celana jeans selutut yang ia pakai. "Baru mau, nih, tas gue bawa-bawa," jawabnya. Keira tak melihat tas ransel hitam yang dipakai Bagas. "Owh," respon Keira lalu kembali berjalan kaki. "Berapa nomer WA, lo, Kei?" Ternyata Bagas menyamai langkahnya. Masih ada dua ratus meter menuju lokasi. Di dekat danau buatan memang ada fasilitas umum sepeti lapangan basket, tennis, futsal, juga lapangan umum untuk anak-anak main berlarian.
1028.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 686 kali sebagai bagas 33
Baca
+Pustaka
Bos, Kamu Terlalu Panas

Bos, Kamu Terlalu Panas

Ken Anyu mengambil tas di kursi lalu meletakkan di meja. “Mandilah! Dan pakai ini!” perintahnya. Ariana memberanikan diri untuk melihat tas tersebut, dari tulisan yang tertera di luar tasnya, dia tahu itu adalah toko langganannya sebelum NEW bangkrut. Ken Anyu masih mengingatnya meski sudah sangat lama mereka putus. Ariana menatap Ken Anyu. “Aku tidak perlu baju baru, tolong jangan kurangi gajiku!” ujarnya.
719.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 550 kali sebagai bagas 33
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status