Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Aku Mbabu, Kau Hadirkan Madu

Aku Mbabu, Kau Hadirkan Madu

jawabku ketus pada Ibu. “Kamu itu, ya, Lisa! Mbantah terus apa yang Ibu ucapin. Ngebantah terus! Ibu cuma ngomong lima kata, kamu balas 50 kata. Ibu ngomong 10 kata, kamu balas 100 kata. Kapan, sih, kamu itu jadi menantu yang nurut sama Ibu? Capek tahu, nggak, berantem mulu sama kamu!” Ibu seakan makin kesal padaku.
7.724.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 792 kali sebagai bahasa bali nya ibu
Baca
+Pustaka
Mimpi Cinderella

Mimpi Cinderella

Sialan! "Terus kumaha atuh, Mbu?" tanyaku padanya. (Terus gimana atuh, Bu?) "Nya ari bener mah sinah ka bumi, weh. Sugan teh bener, Ambu bakalan boga manantu anu beunghar." (Ya kalau memang benar suruh ke rumah aja. Mungkin benar, Ibu bakal punya menantu yang kaya)
107.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 280 kali sebagai bahasa bali nya ibu
Baca
+Pustaka
Di Sudut Memori

Di Sudut Memori

Mereka duduk di hadapanku. “Adik sakit apa?” tanya Ibu dengan postur tubuh langsing itu ramah. Ia memiliki senyum tipis dan mata sipit. Kulitnya sawo matang. Kurasa karena sering berada di luar. Sedangkan, suaminya memiliki ciri khas orang Bali asli.
104.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai bahasa bali nya ibu
Baca
+Pustaka
Dosen Kampret itu, Suamiku!!

Dosen Kampret itu, Suamiku!!

“Hah?!” Ibu mertuanya mengumpat? Wah! Flora benar-benar takjub. Flora pikir ibu dari suaminya hanya tahu kata kurang ajar saja. Ternyata ketika ingin mengumpat layaknya ia dan Anya, wanita itu memilih menggunakan umpatan dengan bahasa yang tidak dirinya kuasai. “Cucunya Kompeni Ibu, Hon.” “Ngawur wae kowe! Orang jaman dulu emang bisa bahasa Belanda ya! Mbah Buyutnya Ibu yang ngajarin! Jangan sembarangan mulutmu, Mas! Ibu Jawa tulen!”
1096.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai bahasa bali nya ibu
Baca
+Pustaka
Istri Buat Om Duda

Istri Buat Om Duda

cerita Kayla dengan mata berbinar penuh kebanggaan. Lintang tersenyum haru, membayangkan Kayla membacakan puisi tentang seorang ibu di hadapan teman-temannya. Dia pun bertanya dengan nada jenaka, "Kalau begitu, Puisi 'Ibu' itu Kayla persembahkan untuk siapa?" "Tentu saja buat Mama!" jawab Kayla tanpa ragu sambil melempar senyum lebar pada Lintang. "Mama adalah ibu bagi Kayla. Kayla sangat menyayangi Mama."
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 186 kali sebagai bahasa bali nya ibu
Baca
+Pustaka
Undesirable Wedding

Undesirable Wedding

"Syukur kalau begitu. Kamu jangan capek-capek ya, Sayang. Biar cepet jadi." "Maaf, jadi apanya ya, Ma?" tanya Alya yang tak paham akan maksud ucapan sang ibu mertua. Dia sudah selesai menelan makanannya. "Cucunya Ibu." sahut Ibu Lis enteng sambil mengambil nasi dan menaruh di piringnya sendiri. "Merealisasikan poin pertama tadi, iya kan?"
1017.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 609 kali sebagai bahasa bali nya ibu
Baca
+Pustaka
TERPAKSA NIKAH SMA

TERPAKSA NIKAH SMA

Ibu [Sayang, ibu sama bapak mungkin pulang terlambat, kamu jangan lupa makan. [Maaf tadi ibu buru-buru, makanya tidak sempat masak.] Me [Iya, Yuda udah makan di kafe Arjuna.] [Ibu gak usah khawatirkan aku, Yuda sudah besar.] Ibu [Sukurlah, dimata Ibu kamu masih kecil. Apalagi kamu anak satu-satunya ibu dan bapak.] [Ibu lanjut kerja dulu, ya? see you my son...]
1019.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 411 kali sebagai bahasa bali nya ibu
Baca
+Pustaka
1KG BERAS DARI IBU

1KG BERAS DARI IBU

pujinya balik. "Ah, andai Bapak seperti yang Ibu bilang ... Rasanya Ibu terlalu berlebihan memuji laki-laki payah ini." kekehnya pelan. "Pak, Ibu boleh bertanya sesuatu?" ucap Yuni menoleh ke arah suaminya. "Apa itu, Bu?" "Emak," jawabnya singkat, Rusman mengernyitkan keningnya heran. "Emak? Kenapa dengan Emak?"
9.9176.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.7K kali sebagai bahasa bali nya ibu
Baca
+Pustaka
Saudara Angkatku, Rivalku

Saudara Angkatku, Rivalku

Begitu masuk halaman, lampu teras masih menyala, pintu belum dikunci, ibunya masih menunggu. Begitu Respati membuka pintu, ibunya langsung berdiri dari sofa. “Respati? Gimana? Apa yang terjadi?” Respati menelan turun rasa sesak di dadanya lalu memegang kedua tangan ibunya. “Bu …” suaranya lebih lirih dari biasanya. “Aku harus ke Bali. Sekarang.” “Bali?” alis ibunya mengerut. “Ada apa? Kenapa tergesa-gesa kayak gini?”
102.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai bahasa bali nya ibu
Baca
+Pustaka
Dead&Queen

Dead&Queen

Ke rumahnya yang menunggu tanpa menuntut apa-apa. “Kenapa, Bu?” tanyanya lembut. “Gak apa-apa,” jawab Ibu cepat. “Hanya… Ibu kangen. Dan kamu kayaknya capek.” Alma menelan ludah. Dulu, kalimat itu bisa membuatnya merasa gagal. Sekarang, kalimat itu hanya terasa sebagai panggilan pulang. “Iya, Bu,” katanya pelan. “Nanti aku pulang.” Tidak ada janji besar. Tidak ada penjelasan panjang. Hanya dua kata yang cukup.
1.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai bahasa bali nya ibu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status