Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
JEJAK HASRAT

JEJAK HASRAT

Kode-kode kecil dan titipan salam melalui teman-teman mereka adalah cara mereka mengungkapkan perasaan tanpa mengucapkan kata-kata yang sebenarnya. Sania: "Pak Parman, teman saya suka sekali membaca puisi. Dia mengatakan bahwa puisi adalah cara yang indah untuk mengungkapkan perasaan. Saya kira dia benar." Parman: "Puisi adalah cara yang indah untuk mengungkapkan apa yang sulit diucapkan, Bu Sania."
1043.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai bahasa puisi
Baca
+Pustaka
Mr. Airlangga

Mr. Airlangga

“Ketika air dan api bertemu, batas ruang dan waktu akan sirna. Kurang lebih begitu isinya.” “Bisa pakai Bahasa Indonesia … please.” “Aku pikir aku baru saja berbicara dalam Bahasa Indonesia.” Katanya, menatapku tidak mengerti. Makhluk kesasar ini memang dengan ajaib bisa berbahasa Indonesia bahkan Bahasa inggris dengan baik. Entah Bahasa apalagi yang dia bisa kuasai secara ajaib, mungkin dia juga bisa berbicara dengan Bahasa latin, atau Yunani? “Bukaan, maksudku apa arti puisi atau teka-teki yang baru saja kamu baca.” Ucapku tidak sabar.
1010.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 339 kali sebagai bahasa puisi
Baca
+Pustaka
AEONIAN : Yang Pernah Terjadi Akan Abadi

AEONIAN : Yang Pernah Terjadi Akan Abadi

Mengapa kau mengalir pergi Kala ucap terpatri di hati Akankah kau buktikan kau benci dirimu sendiri Kau tolak empat mata Namun, kau suka main mata Nan, bolak balikkan kata Laksana bunga tidur yang terasa Pijar yang ku cari Bukan kata manis yang kau beri Nostalgia yang ku rasa Apa kau merasa hal yang sama? Iblis kejam... Lihat tanda tanya ini Bisakah kita menjadi sahabat? Atau Berteman hingga akhir hayat? Nan, maaf kutelusupkan kau dalam puisi ini 26-04-2018 “Siapa yang menulis puisi ini? Tidak ada penulisnya” ucap Arka “Mungkin di kotak tadi ada sesuatu yang lain” lanjut Arka sambil turun dari kasurnya mengambil kotak yang dia banting tadi
107.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 199 kali sebagai bahasa puisi
Baca
+Pustaka
Kupu-kupu Kertas

Kupu-kupu Kertas

Sepertinya ia pernah membaca, tapi entah di mana. “Divina Commedia,” Sheena menjawab tanpa ditanya. Sedikit jumawa, cewek berambut pendek itu kemudian menjelaskan bahwa ‘Divina Commedia’ adalah puisi karya penyair Italia, Dante Alighieri. Terdiri dari 3 babak; Inferno, Purgatorio, dan Paradiso,- ‘Divina Commedia’ bercerita tentang perjalanan sang penyair di alam ruh. Menembus lapis demi lapis Inferno, mendaki gunung Purgatorio, untuk menuju Paradiso.
1010.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 269 kali sebagai bahasa puisi
Baca
+Pustaka
RADIO REKSA

RADIO REKSA

selidik Reksa sambil tersenyum kecil, senang karena memiliki pendengar semanis dia. Cewek itu mengangguk, lantas tertunduk lagi, seakan mau menyembunyikan paras manisnya yang makin merona. “Sayang ndak ada acara untuk ruang puisi,” ujarnya. “Kamu suka puisi? Menulis puisi?” tanya Reksa takjub. Gadis itu mengangguk, malu-malu. “I-iya, Bang. Hanya iseng saja.”
3.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai bahasa puisi
Baca
+Pustaka
Petualangan Sukma Harum: Darah Sang Raja

Petualangan Sukma Harum: Darah Sang Raja

“Sudah sering hamba mendengar kegagahan tuan bertindak. Betapa tinggi ilmu dan pemahaman. Lurus kata seiring perbuatan. Bermacam puji menghias nama. Kini bertemu langsung sosok dalam cerita, hati ini tiada kecewa.” Mendengar tutur bahasa bhiksu Aji Satya, Sukma Harum menjadi sungkan sendiri. Gaya bahasa ini adalah gaya lama yang meskipun masih banyak digunakan, tetapi memerlukan pengetahuan dan kebiasaan tersendiri untuk dapat mengucapkannya dengan luwes. Tetapi ia hanya tersenyum dan merendahkan pandangan. Lalu berkata, “Apa pula arti puja dan puji jika ternyata semua hanya kefanaan? Cerita hanya ujar kekosongan yang hamba sendiri tidak dapat percaya mendengarnya. Harap bhiksu yang agung me
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai bahasa puisi
Baca
+Pustaka
Mas Dosen, I Love You

Mas Dosen, I Love You

"Selamat pagi, teman-teman. Hari ini kita lanjut ke materi analisis puisi. Rani, lo siap buat presentasi?" Rani langsung merasa seluruh tubuhnya kaku. "Gila, gue belum siap sama sekali!" pikirnya sambil nyumputin buku di bawah meja. Pak Ardi langsung maju ke depan dan mulai ngajar dengan santai. “Oke, sekarang kita bahas puisi yang akan jadi tugas lo. Tema puisi ini tuh tentang cinta, tapi cara lo menjelaskan perasaan dalam puisi ini harus bener-bener jujur.”
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai bahasa puisi
Baca
+Pustaka
Bahasa isyarat

Bahasa isyarat

Ada rasa tidak rela menyeruak di hati Erlangga, terlebih karena semakin mendekati hari pernikahan Elana, hati Erlangga semakin tidak tenang dan ragu. "Bahagia menurut Ayah, yaitu bisa hidup bersama orang yang kita cintai. Dalam keadaan susah atau senang." "Jawaban sama setiap orang. Tapi tidak spesifik, dan jelas. Menurutku itu terlalu klise," "Lalu, menurutmu bahagia itu seperti apa?" "Menurutku,," Elana berpangku tangan menjelaskan bahagia menurut sudut pandangnya.
1010.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 242 kali sebagai bahasa puisi
Baca
+Pustaka
Dance in the Rain

Dance in the Rain

Aku tak peduli dan fokus menatap Bu Asri yang semakin tampak kesal. "Ya sudahlah, kalian bisa saling mengenal setelah sering bertemu," kata Bu Asri seakan tampak lelah. "Jadi, Rain, Aksa, saya memanggil kalian untuk mengikuti lomba baca puisi yang akan diselenggarakan dua bulan lagi. Tapi, saya harus segera menyampaikannya agar waktu persiapan kalian matang. Ada tiga kategori yang akan dilombakan. Baca puisi putri, baca puisi putra, dan kolaborasi putra dan putri. Kaprodi mengusulkan untuk mengikuti ketiganya karena percaya dengan kemampuan kalian. Teknisnya ada di lembaran yang akan saya bagikan. Puisinya juga sudah dilampirkan. Satu puisi wajib, dan ada beberapa puisi pilihan yang bisa kal
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai bahasa puisi
Baca
+Pustaka
Sang Pemburu Bayangan

Sang Pemburu Bayangan

Dia tanpa pikiran yang membuat kita berpikiran. Dia adalah kita dan kita adalah dia. Namun, dia tak pernah mengakuinya." Puisi sederhana itu, selalu bisa membuat Andi merasa pusing. Selain bahasanya yang penuh misteri, penulisnya juga membuat Andi sangat penasaran. Karena setahunya, ayahnya sangat jarang menulis puisi dan tidak pernah terlihat menulis puisi seperti itu. Karena ayahnya dulu, lebih sering menulis artikel dan novel. Bahasa yang digunakan ayahnya juga biasanya lugas, keras dan pedas. Berbeda dengan bahasa penuh misteri dalam puisi itu.
9.93.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai bahasa puisi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status