Om-Om Pilihan Papa
Dan hari ini, aku merasa amat sangat sial!
Aku menatap semua kuku-kuku tanganku, kini aku sudah berada di depan tempat cuci piring. Memakai apron dan plastik bulat yang menutupi rambut. Pakaianku sudah diganti dengan yang lebih sopan. Dan aku pun mendesah lelah, padahal tadi pagi, aku baru saja merawat ke sepuluh kuku ini dan menambahkan nail art yang cantik sekali. Tapi kini, semua harus kurekalan dalam sekejap mata karena kekejaman Papa yang jahatnya melebihi Papa tiri.
“Ayo Kak, dicuci piringnya, dipegang hati-hati biar enggak pecah, nih kayak gini, dibersihkan pakai air dulu lalu disabuni.”