Kacamata Penakluk
Nadia menggeliat dalam tidurnya, tubuhnya berbalik, terlentang, wajahnya menatap lurus ke arahku, meski matanya masih terpejam.
Aku meraih ujung selimut, menyingkapnya perlahan. Gaun tidur tipis berwarna satin hitam membalut tubuhnya, sangat mini, hanya menutupi paha bagian atas.
Lekukan pinggulnya yang indah tersembunyi sebagian di balik renda halus. Dadanya yang tanpa bra membusung, naik turun mengikuti ritme napasnya. Sungguh pemandangan yang indah, kontras dengan gambaran manajer HRD angkuh yang selama ini kukenal.
Hot Chapters