Ada Apa dengan Bia?
balasku.
“Ini, Mas Uqi, Mas Deni, baksonya.” Yang dinanti-nangi akhirnya datang. Bu Siti datang ke meja kami dengan menyerahkan dua buah mangkok berisi bakso.
“Makasih, Bu Siti,” ucapku. Tanpa banyak cakap, langsung kusantap bakso yang sudah membuat perutku semakin meraung-raung itu. Sungguh perpaduan yang sempurna antara bola-bola daging, sayuran, kuah, saos kecap, dan yang tidak boleh ketinggalan, tiga sendok makan sambal cabai rawit. Maka nikmat Tuhan mana lagi yang kamu dustakan.
Bab Populer