Pembantu Rasa Nyonya
“Kalau begitu, kamu sudah siap ke rencana kita berikutnya, kan?”
“Iya,” jawabnya sambil mengangguk yakin.
“Ingat, kalau kamu kelamaan di Bali, kasihan Rima. Sampai dibel-belain ke sini karena kangen.”
“Ah, Papi. Mulai lagi, ya.”
“Iya, kan? Tidak hanya Rima, kamu juga ingin dekat sama dia. Papi dulu pernah muda. Kalau lama tidak bertemu, yang ada di dalam sini melesat. Itu yang sering bikin rem blong.”