Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Boneka Tawanan Sang Penguasa

Boneka Tawanan Sang Penguasa

Tidak jauh dari tempatnya berdiri, tambang emas milik keluarga Wibisana tampak sibuk dengan para pekerja yang hilir-mudik, menjalankan tugas mereka tanpa menyadari bahwa dalam hitungan detik, dunia mereka akan berubah selamanya. Bastian merogoh sakunya, mengambil sebuah pemantik kecil dengan tombol merah di tengahnya. Matanya menatap tajam ke arah tambang. “Selamat tinggal, Wibisana.” Dengan satu tekanan jari, tombol itu ditekan.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai Bangsawan
Baca
+Pustaka
Sang Penakluk

Sang Penakluk

Ketika mata mereka bertemu, gadis dengan bando merah tersebut tampak gugup dan jengah. Penampilan Ignar yang memakai kaos kutung dan celana pendek gombrong memang tampak tomboi sekaligus macho. Rambutnya dipotong pendek dengan skin di kanan kiri, sementara tindik di hidung dan pelipisnya membuat Ignar memang tampil menarik dengan gaya ‘bad girl’. Namun semua tahu jika Ignar tidak sekedar tampil sebagai ‘cewek Bengal’ saja. Otaknya cerdas dan IP pertamanya cumlaude.
1046.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 925 kali sebagai Bangsawan
Baca
+Pustaka
Tuan Arrogan

Tuan Arrogan

Hingar-bingar music disco terdengar jelas ditelinganya. “Mana mungkin kami akan melepaskanmu dari sini, kami telah membayar pada Jamil dengan harga yang besar untuk bisa menikmati tubuhmu!” ucap pria yang tadi menyerahkan uang pada Jamil. Mysel mundur hingga tubunya menyentuh dinding dan tidak bisa bergerak salah satu dari mereka mendekat dan menggendong tubuh kecil Mysel dengan mudah secara kasar menjatuhkana Mysel diatas ranjang.
8.74.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 155 kali sebagai Bangsawan
Baca
+Pustaka
Cinta Terakhir Sang Bangsawan

Cinta Terakhir Sang Bangsawan

Sang Guru terpekik, sementara Sang Bangsawan Muda bersiul pelan dan berujar lega, "Jitu. Terima kasih banyak, Henry." "A-a-apakah Lazarus..." Rani terbata-bata. "Karena satu dua peluru kecil tak bisa mematikannya, seperti dalam permainan-permainan game elektronik, dibutuhkan peluru yang jauh lebih besar untuk memusnahkan dirinya. Setidaknya, agar ia mati."
108.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 221 kali sebagai Bangsawan
Tampilkan Ulasan (27)
Baca
+Pustaka
Nn. RF
Suka ceritanya, kalimatnya baku tapi gak kaku.. sebagai manusia yang gak terlalu paham sama cerita genre fiksi, baca cerita ini aku pahamm.. lope pull buat Kajull. Kalimatnya mudah di pahami, karakter tokoh nya keren-keren. Cerita zombie? agak ngeri sih wkwk.. recommended!!
Septy
Ceritanya bagus banget, penuh dengan teka teki. lady rose yang misterius, Rani dan Orion yang kayaknya bakal ada di situasi sulit. Tentang Zombie, ahh... bkin deg2n... aq terhalang oleh koin ini bacanya, jdi besok lagi Bru bisa baca krna harus nyelesain misi terlebih dahulu buat buka bab selanjutny
Baca Semua Ulasan
Bintang

Bintang

“Bulan Purnama Sugeng?” “BULAN PURNAMA SUGENG. LARI KELILING LAPANGAN. SEKARANG.” Bentak pak Anu di depan wajah Bulan yang memerah menahan emosi, berbeda dengan Bintang yang sudah mengepalkan kedua tangan nya ingin menonjok pak Anu. “And—“
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai Bangsawan
Baca
+Pustaka
Si Bangsawan dan Gadis Desa

Si Bangsawan dan Gadis Desa

jelas si pemilik. Carlos mengangguk. Kemudian pria itu merogoh saku jas Bangsawannya. "Aku membeli kuda ini," kata Carlos seraya menyerahkan sekantong koin emas. Si pemilik cepat-cepat menerima, dan mengintip isinya. Betapa berkilaunya mata pemilik kuda tersebut. Tanpa berpaling dari koin-koin emas itu, ia berseru, "Dam!!! Siapkan kuda ini! Tuanku sudah membayarnya!"
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 148 kali sebagai Bangsawan
Baca
+Pustaka
BANGKIT

BANGKIT

bisik Rabithah "Hei kelinci, gue denger apa yang Lo bisikan ke Aini." Rabithah tidak memperdulikan Reza dan Rama, ia menarik tangan Aini menuju kantin. Ketika mereka menuju kantin, Aini di hadang oleh junior mereka yang memberikan ucapan serta hadiah ulangtahun untuknya. "Terimakasih," ucap Aini kepada mereka semua. Mereka berdua melanjutkan tujuan mereka yaitu kantin. Aini memesan nasi goreng karena hari ini ia ulang tahun, sedangkan Rabithah memesan bakso kosong.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai Bangsawan
Baca
+Pustaka
Pengantin Bangsawan Yang Kubenci

Pengantin Bangsawan Yang Kubenci

Tatapannya tajam, satu gerakan tangan darinya menandai ujian dimulai. Beberapa bangsawan muda maju lebih dulu. Gerakan mereka rapi, busur terangkat indah, anak panah melesat. Ada yang tepat, ada yang goyah, tapi semua dengan wajah penuh kepura-puraan tenang.
8.93.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai Bangsawan
Baca
+Pustaka
Dendam Sang Bintang

Dendam Sang Bintang

Setelah menjawabnya, Anggun langsung menyerang Bintang. 'Sepertinya Diego Smith juga menyembunyikan kekuatannya. Kekuatan Anggun jelas sekali masih jauh dibawah Diego, kalau dihitung persen, maka hanya empat puluh lima persen saja,' batin Bintang. Bintang yang malas berlama-lama berkelahi, memilih mengakhiri perkelahian secara alami dan membiarkan Anggun Maharani memenangkan pertandingan.
7.56.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 145 kali sebagai Bangsawan
Baca
+Pustaka
Bang Juna (Izinkan Aku Memilikimu)

Bang Juna (Izinkan Aku Memilikimu)

Ternyata, yang kusuapkan ke dalam mulutnya tadi adalah ikan bumbu Bali dengan sambal matah yang khas pedasnya. Mengingat, Bang Juna memang kurang suka makanan pedas. Aku jadi ikut panik mencari air minum yang padahal ada di depan mata. "Minum dulu, Bang!" Setelah dia teguk minuman dingin itu, Bang Juna langsung terlihat seperti lega. Sampai keringatnya mengalir pada pelipis. "Maaf ya, Bang. Aku lupa Abang enggak suka pedes.
1028.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 978 kali sebagai Bangsawan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status