KINASIH
Bukan karena takut, hanya saja dirinya tak ingik ribut apalagi di tempat umum seperti ini.
Namun sialnya, saat dia keluar pintu, ketiganya justru berpapasan.
"Mbak Asih?" Rani lebih dulu menyapa. Nadanya tak lagi kasar, namun raut wajahnya tetap terlihat meremehkan -sama seperti ibunya.
"Orang desa ngapain belanja di kota? Oh, ya, ya, pasti abis ketemuan sama 'pelanggan' ya? Duh, anak masih bayi, udah ditinggal cari mangsa lagi."
Hot Chapters