Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sì Hong To (Golok Empat Penjuru)

Sì Hong To (Golok Empat Penjuru)

Kiat Seng: "?" Bapak-bapak 1: "Bang, ini uang receh. Buat beli manisan." Kiat Seng: "Saya gak makan manisan." Bapak-bapak 1: "Ya udah buat beli apa aja. Lo pasti capek, ya? Kerja keras tapi gaji kecil." Anak kecil: "Om, ini mama ada bakpao Biar om senyum."
495 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai bapakku bapakku
Baca
+Pustaka
PACARKU SUAMI KAKAKKU

PACARKU SUAMI KAKAKKU

Sementara Gama masih duduk dan tertunduk di samping Ibu mertuanya. "Ray, ayo kita berangkat," ucap Sena, membuat Ibu dan Gama mendongak menatap pria manis itu. "Tante," sapa Sena, kepada wanita paruh baya itu. Samar-samar, Ibu masih menatap aneh kepada pria yang ada di hadapannya itu. "Siapa, ya? Kok sepertinya aku tidak asing?" tanya Ibu masih ragu. "Saya Sena, Tante. Teman kuliah Rayna," jawab Sena dengan sopan.
102.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai bapakku bapakku
Baca
+Pustaka
Badai Pun Belum Berlalu

Badai Pun Belum Berlalu

Dalam kata yang terdengar samar kini mulai terdengar lebih jelas, mereka yang kupanggil bapak dan ibuk seakan sedikit bernada tinggi dalam berkata, aku takut, berdiri mengintip dan mencoba mencerna kata yang belum kupahami, sangat sulit dimengerti di usia ku yang masih sangat dini memahami perkataan yang jauh dari kata mengerti. "Ojo budal"(jangan pergi) kata bapakku sambil tetap memegang tangan ibuk.
3.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai bapakku bapakku
Baca
+Pustaka
INGIN TERLIHAT KAYA, AGAR BISA MENGHINA IPAR

INGIN TERLIHAT KAYA, AGAR BISA MENGHINA IPAR

Part 17 Bapak sudah duduk diantara kami. Hati ini sedikit lega, karena nampaknya, Bapak ada bersama anak bungsunya. "Bapak ini gimana?" tanya Ibu seolah nada pertanyaannya menunjukan ketidaksukaan. "Gimana? Ibu yang gimana?" tanya Bapak. Ibu terlihat mengerutkan kening. Aku masih memilih posisi aman. Diam.
1026.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 837 kali sebagai bapakku bapakku
Baca
+Pustaka
Ibu, Jangan Tinggalkan Kami

Ibu, Jangan Tinggalkan Kami

Aku tergelak sendiri. Mendadak aku teringat pada Ibu, seandainya Ibu tidak pergi. Mungkin saja, saat ini aku bicara tentang laki-laki pada Ibu. "Bude Ibu, mulai besok Dewa mau mandiri sendiri," kata Dewa, dia memanggil Bude Yani dengan sebutan 'Bude Ibu'. Mungkin Dewa melihat sosok Ibu pada Bude. "Baiklah, tapi ingat, harus bersih ya.." Bude Yani mengacak rambut Dewa. "Bude pulang dulu, ya. Terima kasih baksonya."
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai bapakku bapakku
Baca
+Pustaka
Mbak Arsitek Perancang Cinta

Mbak Arsitek Perancang Cinta

sahut Bapak sambil mengedipkan mata. “Mesra atau karena males buka kelapa mudanya? Itu beda tipis, lo.” Bapak tersenyum sambil berucap, “Ya keduanya, Bune. Bagi, ya?” “Emoh!” “Bune….” ucap Bapak dengan nada merajuk. Banyolan yang dilontarkan Bapak, dan cerewetnya Ibuk, menerbitkan senyuman ini. Mereka itu lucu dan selalu seperti itu.
1091.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai bapakku bapakku
Baca
+Pustaka
Ibu Empat Anak: Beda Bapak!

Ibu Empat Anak: Beda Bapak!

“Maaf, ya... tapi aku gak bisa nahan. Mama kamu itu maksa banget ikut kita ke sini. Dia gak tahu bakal seperti apa medannya, terus sekarang malah kelihatan kapok sendiri. Rasain, deh.” Bima nyengir sambil mengangkat bahu. “Ya, biarin aja. Mama juga bilang ke aku, ini bulan madu kedua sama Papa, jadi dia memang semangat banget.” Bima mendekat dan menatap Nasya dengan senyum nakal. “Nah, sekarang kita juga mumpung lagi berduaan di sini. Mau ngapain, nih?” Nasya mengangkat alis, melihat tatapan Bima yang mendekat. “Maksudnya mau ngapain?”
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai bapakku bapakku
Baca
+Pustaka
Suami Terbaikku

Suami Terbaikku

"Bizar bisa janji sama Ayah untuk jaga bunda?" "Selama ini, aku selalu jagain bunda, kok. Setiap malam kalau bunda nangis, aku selalu bangun dan peluk bunda sambil tepuk-tepuk punggungnya," ungkap Bizar dengan jujur. "Bizar enggak boleh jadi anak yang nakal, ya? Dengerin kata-kata bunda, nurut sama bunda, dan jadi anak yang berbakti. Selalu bikin bunda bahagia, oke? Jangan pernah biarin bunda sedih dan kesusahan."
3.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai bapakku bapakku
Baca
+Pustaka
Suamimu Ayah Anakku

Suamimu Ayah Anakku

Semua yang ada pada dirinya terasa sangat sempurna. "Hai sayang, apa Ibu terlambat?" sapa Bu Prim pada putrinya. Thea melirik Zee sekilas, lalu beralih pada Bu Prim. "Tidak, acaranya belum dimulai." Sebelum Zee menyapa, Thea sudah lebih dulu menarik Bu Prim untuk mendekat. "Kenapa dia memakai bajuku," Thea berbisik dengan ketus. Meski Zee tidak terlalu mendengarnya tapi ia tahu jika Thea tidak senang dengan kehadirannya.
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai bapakku bapakku
Baca
+Pustaka
Bapak Kos Kesayangan

Bapak Kos Kesayangan

teriak sang Ibu frustrasi. Nadine natap orang tuanya lurus- lurus, senyum tipis tapi penuh arti muncul di bibirnya yang tipis. "Papa... Mama... Nadine bener-bener minta maaf kalau ini bikin kalian kecewa berat," ujar Nadine pelan, nadanya serius banget. Sialan! Hening mendadak ngerayap di ruang tamu Kos Melati, semua mata tertuju pada Nadine, termasuk Arga yang mulai ngerasa gak enak perasaan.
105.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177 kali sebagai bapakku bapakku
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status