Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pergilah, Pak! (Kuusir bapakku pergi)

Pergilah, Pak! (Kuusir bapakku pergi)

"Teh, dia Bapak kita! Bapakmu!" pekik Zaki yang kembali emosi. "Memang siapa bilang dia bukan bapakku? Aku hanya meminta dia pergi dari sini, karena aku sudah capek mengurusnya!" bentak Tari dengan kencang. "Iya, tapi mau kemana bapak pergi, Teh? Ini rumah Bapak!" Zaki masih mencoba menyadarkan kakaknya, apalagi melihat Yahya menghapus air matanya diam-diam, hati Zaki sakit sekali.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai bapakku bapakku
Baca
+Pustaka
SUAMIKU YANG BAPAK HINA

SUAMIKU YANG BAPAK HINA

ujarnya dengan tangan gemetar meraih tanganku. “Biarkan, Bu! Biar mereka pergi! Biar si Mela tahu kalau hidup itu butuh duit, bukan hanya mau makan cinta!” ucap Bapak menimpali sambil menyulut batang rokok. Setiap ucapannya makin tajam saja. “Bapak istighfar! Mela itu anak kandung Bapak juga! Alika---cucuku gak boleh pergi!” ucap Ibu dengan suara semakin parau karena tersela isak.
1013.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 354 kali sebagai bapakku bapakku
Baca
+Pustaka
Jangan Bangunkan Singa Tidur

Jangan Bangunkan Singa Tidur

Sahutku seaadanya “Maaf, apa Bapak mengenal putri saya? Seingat saya, saya dan suami tidak memiliki teman yang bernama Dimas.” Ucapku padanya “Sebenarnya saya tidak mengenal putri Ibu, tetapi sepertinya putra saya memiliki hubungan serius dengan putri Ibu.” Tunggu tunggu!!! “Jadi Bapak Papanya Saputra?” tanyaku mendelik
5.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 135 kali sebagai bapakku bapakku
Baca
+Pustaka
Suamiku Mencintai Kakakku (INDONESIA)

Suamiku Mencintai Kakakku (INDONESIA)

“Papa tuh kebiasaan! Bilang nggak apa-apa, tapi masuk ke rumah sakit. Kalau kecapean ya istirahat! Kalau ngerasa nggak enak badan, jangan berangkat kerja dulu dong. Kalau waktunya makan, ya makan. Waktunya tidur, ya tidur. Papa tuh jangan kebanyakan pikiran lho, antar cepat tua!” “Kamu itu mirip sama Mamamu.” “Aku khawatir kalau Papa kenapa-napa. Aku nggak pengen Papa sakit. Mama juga nggak pengen Papa sakit, 'kan?” “Iya-iya, maafin Papa, ya.” Dengan lembut Papa mengelus suraiku. “Aku bawel kaya gini karena sayang sama Papa. Papa sayang sama aku nggak? “Sayang dong, sayang banget sama putriku,” jawab Papa.
9.966.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai bapakku bapakku
Baca
+Pustaka
Papa Baru untuk Anakku

Papa Baru untuk Anakku

“Mama jahat.” “Jangan begitu dong. Kita ‘kan sudah sepakat.” “Tidak mau! Tidak mau! Papaku adalah Papa Adrian, bukan Papa Keenan. Kenapa Mama masih tidak mengerti sih? Aku mau papaku! Pokoknya papaku!!” Suara barusan membuat kesabaran Lily semakin terkikis. Belum lagi karena saat ini adalah hari pertama tamu bulanannya berkunjung. Emosi pun tak bisa dikontrol dengan baik.
1016.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 604 kali sebagai bapakku bapakku
Baca
+Pustaka
Dear Suami Butaku

Dear Suami Butaku

“Kakek..” Charles berjalan perlahan. Jonathan merasa semakin emosional. Namun sebagai tetua, dia tentu tidak ingin emosinya terbaca. Jadi, dia berjuang keras agar air matanya tidak jatuh. “Jadi, kamu masih mengenaliku sebagai kakekmu?” tanyanya sinis. Charles menghela nafas. “Maafkan aku, Kakek. Tapi aku…” “Halah, tidak usah mencari alasan. Telingaku jadi gatal. Ayo kita makan saja! Perutku sudah lapar menunggu kepulangan kalian.”
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai bapakku bapakku
Baca
+Pustaka
Dia Ibumu Bukan Pembantumu

Dia Ibumu Bukan Pembantumu

Dasar aneh! "Daripada susah-susah kasih tau Bapak kamu, mending sekarang pergi yuk! Percuma juga lama-lama di sini, toh mereka gak bakal peduli, Sayang," usul Jo yang lagi-lagi ku abaikan seruannya. Kala kami berdua keluar dari rumahnya, Bapak menghentikan langkah kami. "Tunggu!" teriaknya. "Adik kamu …."
105.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 176 kali sebagai bapakku bapakku
Baca
+Pustaka
Setelah Bapak Tiada

Setelah Bapak Tiada

Bapak. "Jangan pernah berhenti menyayangi Rindu dalam apa pun keadaannya, selain bapak, Emak, lalu kamu Kasih ... memangnya dia punya siapa lagi?" Kalimat itu seringkali diucapkan Bapak ketika beliau masih ada. "Kakak sayang kepadamu, Rindu. Tidak terukur lagi dengan kata-kata," lirihnya membekap wajah dengan dua telapak tangan. Isaknya menjadi-jadi. ~••°••~ To be continue!
1037.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai bapakku bapakku
Baca
+Pustaka
Ketika Istriku Minta Talak

Ketika Istriku Minta Talak

“Kenapa kaget? Gak usah kaget! Kita udah kenal lama, Bibik udah tahu, kan, saya seperti apa? Bibik jawab aja sejujurnya! Saya gak akan marah!” “Maaf, Buk, sebetulnya Bapak … sebetulnya, Bapak ….” “Sebetulnya Papa apa, Bik?” “Egh, anu, Buk. Sebetulnya Bapak pernah bilang ….” “Bilang apa?” cecarku. Bik Las terlihat ragu. “Bapak bilang, dia … dia … dia suka sama saya.” “Ok, itu kata Papa, Bibik sendiri, gimana? Suka enggak sama Papa?”
10405.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10.1K kali sebagai bapakku bapakku
Baca
+Pustaka
Dendam Janda, Talak Tiga

Dendam Janda, Talak Tiga

ucapku manja. "Lo, kan bagus, Nak. Biar tetangga pada ada hiburan." "Tapi suara Zafi kan cempreng, Pak." rajukku lagi. "Iya, Sayang. Kamu tenang saja ya!" Bapak mencium pucuk kepalaku. **** Bapak! Bapak! Hu hu hu
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai bapakku bapakku
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status