Perawan 200 Juta
Kenzi mengusap pipiku yang masih sedikit basah.
"Nggak ada apa - apa," ucapku, bagaimana mungkin aku mengatakan kalau aku menangis karena Bara. Meski hanya sayang, tetaplah kami berlawanan jenis.
"Ya, sudah. Kalau dah enakan, cerita saja." Kenzi melingkarkan tangannya, menarik tubuhku rapat, dan mendekapku hangat. "Semua sudah membaik, Tuhan memberi lebih dari yang kita minta. Papamu, akan menjalin kerjasama dengan perusahaan. Urusan perusahaan, sudah menemukan jalan keluar. Perceraianku dengan Carla juga sudah diurus pengacara, dan kita bisa menikah secara negara setelahnya." Kenzi mulai menceritakan, apa yang dibicarakan tadi oleh kedua keluarga.
Hot Chapters