Terjerat Takdir Tuan Saka
balas Saka penuh kepercayaan diri.
Perlahan senyum Arum mengembang meski kecil, ia mengangguk mengiyakan. Saka menatap sepasang mata itu dalam diam, hatinya terasa teduh meski Arum hanya tersenyum kecil seperti itu. Ia menunduk sebentar lalu melirik Arum lagi, kali ini sembari memegangi telinganya. "Telinga saya sakit, papah kenceng banget nariknya..."
Arum menoleh. "Coba mana saya lihat." Ia sedikit mendekat untuk melihat telinga Saka yang memang terlihat merah.