My Beloved Trouble
Tapi, sial, sekarang ada bukti nyata di depan mata yang jelas bukan hasil halusinasi pikiranku.
Bergerak lemas aku membawa segelas susu ke meja makan dan duduk di salah satu kursinya.
“Hanya aku yang ketiban sial bisa melihatmu seorang diri.”
Revi melayang cepat, menciptakan hawa dingin meremangkan kulit yang sudah mulai kuhafal. Wajahnya terlihat sedih. “Aku yang lebih sial. Aku mati, mayatku terbakar mengerikan di dalam jurang sampai nggak ada orang yang bisa mengenali, kecuali kamu dan pamanku yang tahu aku sudah mati. Padahal aku masih muda, tampan, lajang, dan ingin punya banyak istri cantik.”
Bab Populer