RUMAHKU ADALAH KAMU
“Nggak usah, beri tahu saja letak IGD. Saya baru saja mendapat telepon dari rumah sakit ini.”
Petugas itu tetap tersenyum, sabar. “Dari sini bapak lurus terus, sampai pertigaan belok kiri. IGD ada di sana.”
“Baik, terima kasih,” jawab Arsen singkat, lalu bergegas meninggalkan meja resepsionis, langkahnya panjang dan terburu-buru menuju ruangan darurat.
Arsen membuka pintu IGD, matanya segera menelusuri setiap sudut ruangan, mencari sosok Aira. Tak lama, seorang petugas triase melangkah mendekat.
Hot Chapters