Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Tak Semanis Madu

Tak Semanis Madu

Aku beranjak mendekati Bella yang terlihat kembali merebahkan tubuhnya. "Nggak usah, Bi. Mungkin aku kelelahan. Aku hanya butuh istirahat saja." "Ya sudah, aku temani sholat di sini saja, biar mereka sholat sendiri-sendiri." "Nggak perlu, Bi. Nggak enak," tolak Bella dengan nada suara lemah. "Nggak papa, Sayang." Kuambil benda pipih persegi panjang di atas nakas lalu mengirimkan pesan pada Asri untuk melakukan sholat sendiri-sendiri atau dengan Papa saja.
1066.0K viewsCompletedAdded to Library 1.6K Times as bel istirahat
Read
+Library
Kau Campakkan Aku, Kunikahi Komandanmu

Kau Campakkan Aku, Kunikahi Komandanmu

“Lima menit istirahat ya, nggak ada perpanjangan. Kalau terlalu lama istirahat, nanti badan kamu keburu dingin lagi.” Bening mengangguk. Ia langsung menenggak air banyak-banyak karena tenggorokannya kering sekali, lalu lanjut duduk-duduk istirahat untuk mengembalikan deru napasnya yang pendek-pendek karena kelelahan. “Satu menit lagi,” kata Kalingga. Bening menghela napas. Jantungnya saja masih berdebar tak karuan. Waktu lima menit kalau digunakan untuk istirahat rupanya sangat cepat. Bening sampai tidak merasakannya sama sekali.
9.8136.8K viewsCompletedAdded to Library 4.9K Times as bel istirahat
Read
+Library
Biarkan Aku Bahagia Meski Sekejap

Biarkan Aku Bahagia Meski Sekejap

Aamiin Ya Rabbal 'alaamiin," Riri berdo'a dalam hati. HAIKAL POV "Bunda, kapan Riri boleh pulang? Riri 'kan udah nggak apa-apa. Jadi Riri udah boleh pulang, 'kan?" tanya Riri pada Bunda. "Kamu harus bed-rest selama seminggu, Ri. Kata Dokter, kamu kecapekan dan banyak pikiran. Makanya kamu sampe pingsan tadi. Jadi selama seminggu ini kamu harus istirahat total. Nggak boleh ngerjain apa pun dan nggak boleh mikirin apa pun. Bener-bener istirahat total," bukan Bunda yang menjawab pertanyaan Riri, melainkan aku.
1010.7K viewsCompletedAdded to Library 426 Times as bel istirahat
Read
+Library
PEMBALASAN LILIYA : DENDAM BERDARAH PUTRI MAFIA

PEMBALASAN LILIYA : DENDAM BERDARAH PUTRI MAFIA

Dia harus kuat mulai saat ini. “Sekarang, coba istirahat. Kamu pasti sangat lelah setelah semua yang terjadi,” ucap Bibi Belka sambil tersenyum tipis. “Besok adalah hari baru untukmu. Tidurlah dulu malam ini.” Setelah berkata begitu, Bibi Belka lalu berjalan ke arah pintu, lalu menoleh lagi sebelum keluar. “Liliya, jika kamu butuh sesuatu. Jangan segan-segan untuk panggil Bibi, ya?”
101.4K viewsCompletedAdded to Library 40 Times as bel istirahat
Read
+Library
Saat Hasrat Menjadi Dosa

Saat Hasrat Menjadi Dosa

Dharma hanya menahan tatapan kosong ke arahku, seolah meminta maaf karena membuatku khawatir. “Dia butuh istirahat total,” kata Bella sambil membereskan alatnya. “Tidak ada pekerjaan, tidak ada rapat, tidak ada keluar rumah. Aku akan beri obat penurun panas dan antibiotik. Jika besok masih di atas 38,5, aku harus infus dia.” Aku menelan ludah. “Sangat parah ya?” “Dharma terlalu memaksakan diri,” jawab Bella sambil menatapku. “Ini bukan demam biasa. Tubuhnya kelelahan berat. Seperti tidak tidur berhari-hari.”
102.0K viewsOngoingAdded to Library 66 Times as bel istirahat
Read
+Library
Nona Incaran Ketua Mafia

Nona Incaran Ketua Mafia

Jaga kesehatan, istirahat yang cukup, dan makan tepat waktu. Ia menatap pesan itu sesaat, merasa tidak terlalu berlebihan, lalu menekan tombol kirim. Tanpa menunggu balasan, Bella meletakkan ponselnya. Ia mengambil sebuah buku dan mulai membaca. Jendela kamar terbuka lebar. Cahaya matahari sore memantul dari permukaan laut, menyinari sosok Bella yang tampak lembut dan tenang.
105.0K viewsOngoingAdded to Library 135 Times as bel istirahat
Read
+Library
Pelukan Panas Tukang Kebun

Pelukan Panas Tukang Kebun

"Kakek Yudhistira kan sedang beristirahat di kamarnya sampai makan malam nanti, Bella. suamimu juga baru pulang nanti malam," bisik Beatrice, kembali menggenggam kedua tangan Bella dengan gerakan memohon.
104.0K viewsCompletedAdded to Library 132 Times as bel istirahat
Read
+Library
Menikahi Pria Asing

Menikahi Pria Asing

dengus Belle cemas sembari mengamati perban di bagian bahu Zane. "Iya, maaf. Aku lupa," sesal Zane sungkan. "Pulanglah. Istirahatlah dulu di apartemen. Aku baik-baik saja, kok." "Nope. Aku akan kembali satu jam lagi," putus Belle sembari berbalik. "Ingat, Zane, jangan banyak bergerak. Tidur saja kalo kamu bosan. Atau kamu mau nonton tivi?"
104.8K viewsCompletedAdded to Library 135 Times as bel istirahat
Read
+Library
Tertawan Gairah Panas sang Penguasa

Tertawan Gairah Panas sang Penguasa

"Sekarang kau saja yang istirahat. Wajahmu kelihatan lelah sekali. Makan malam dan tidurlah, okay?" Bella mengangguk, sebab memang itulah yang ia rasakan sekarang. Rasa cemas dan gelisah karena mengkhawatirkan sang suami membuat tubuhnya terasa remuk redam. Ia menghela napas, kembali menjatuhkan atensi pada video call yang belum terputus. "Aku akan menunggumu di rumah, Gio. Berjanjilah kau akan selalu pulang, ke manapun kau pergi."
104.7K viewsCompletedAdded to Library 158 Times as bel istirahat
Read
+Library
Dalam Genggaman Tiran Tampan

Dalam Genggaman Tiran Tampan

Lila duduk di seberangnya, menatap Belle dengan cemas. "Belle, kau harus makan sesuatu," ujar Lila, mendorong sebungkus sandwich ke hadapan Belle. Belle hanya tersenyum tipis. "Aku tidak lapar," Lila menghela napas panjang. "Dengar, Belle. Aku tahu kau ingin cepat bisa bekerja lagi, tapi kau harus istirahat. Kau tidak bisa terus memaksakan diri seperti ini," Belle hendak menjawab, tapi tiba-tiba kepalanya terasa ringan. Pandangannya mulai kabur, suara di sekitar terdengar jauh.
109.9K viewsCompletedAdded to Library 385 Times as bel istirahat
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status