Istriku Preman Pasar
Bela berusaha turun dari tempat tidur, tentu saja aku melarangnya.
"Kata dokter, kamu masih harus banyak istirahat, Bel. Sambil menunggu hasil pemeriksaan kepala kamu yang tertimpa kayu tadi. Jika semua baik, kamu boleh pulang, kok. Sekarang sabar dulu, ya!" Aku mencoba menasihatinya.
Bela kembali naik ke tempat tidur dengan cemberut. Wajahnya jadi menggemaskan untuk di lihat. Rasanya ingin kucubit pipinya yang sengaja dikembungkannya itu.