Untouchable Man
Naya mengerutkan dahinya dengan berpikir, "Sekarang bulan apa, Mas? Kok aku lupa."
Rezal memukul kening Naya pelan. Bisa-bisanya wanita itu lupa akan jadwal wisudanya.
"Agustus," gumam Rezal dengan tersenyum. Tangan kirinya terulur untuk menyentuh perut Naya, "Sehat-sehat ya, Nay. Kita ketemu Agustus nanti."
"Siap, Ayah." Naya menjawab dengan suara imutnya, menirukan suara bayi.