Kesempatan Kedua
Keringat dingin mulai mengalir dari kening pria itu.
“Dasar tidak berguna. Hanya mengatasi satu wanita saja tidak bisa. Bodoh!”
“Ta- tapi saya sudah berhasil menekan tempat usahanya, Nona. Saya yakin dia tidak akan mempunyai pilihan lain, selain mengikuti rencana kita. Berikan saya satu kesempatan lagi, saya yakin kali akan berhasil.”
“Hmm... Baiklah, saya akan memberikan kamu, satu kesempatan lagi. Kali ini, jangan sampai gagal. Mengerti?”