Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dari Sahabat jadi Mempelai

Dari Sahabat jadi Mempelai

Bau rempah, sayur segar, dan buah-buahan memenuhi udara, membuat Lila merasa hidup kembali. Suatu sore, saat mereka duduk di teras rumah sambil menikmati teh hangat, Lila berbicara dengan penuh semangat, “Aku nggak nyangka, Semarang ternyata punya pesona sendiri yang bikin aku betah.” Rey mengangguk setuju. “Kadang, yang kita butuhkan cuma suasana yang beda untuk bisa lebih menghargai hidup.”
101.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 62 Beses bilang berjuta rasanya tere liye
Read
+Library
The Werewolf's Bride

The Werewolf's Bride

gerutu Liora "Putih rasa susu basi, hitam rasa tanah, hijau rasa brokoli, biru rasa garam, merah rasa cabai, yang orange... kakak sudah merasakannya. Hahaha... uukh.. aduh..." Kael tertawa terpingkal-pingkal mengingat ekspresi Liora tadi. "Kau... bocah nakal.. sini kau..." Liora menjewer telinga Kael.
102.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 72 Beses bilang berjuta rasanya tere liye
Read
+Library
ISTRI SIRI TENTARA  ALIM

ISTRI SIRI TENTARA ALIM

“Serius tiga rasa?” “Yup. Rasa ayam bawang, rasa soto, sama rasa cintamu yang nggak bisa dilupain.” Mira langsung ketawa, mukanya merah karena geli sekaligus gemas. “Aduh Rey, itu gombalnya nggak sopan banget… lucu!”
1046.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 967 Beses bilang berjuta rasanya tere liye
Read
+Library
Terjebak Dalam Pesona

Terjebak Dalam Pesona

Ataukah ia sedang menjerumuskan dirinya ke dalam dunia yang tak akan pernah bisa ia keluar? --- Keesokan harinya, Karina datang lagi, kali ini dengan senyum penuh arti. "Bagaimana rasanya?" tanyanya, menatap Lia dengan cara yang sulit dipahami. Lia menghela napas panjang. "Aku merasa... tidak tahu. Rasanya seperti aku bukan diriku sendiri." Karina tertawa pelan. "Itulah bagian dari proses. Kamu akan terbiasa. Jangan khawatir, ini semua untuk kebaikanmu."
10861 viewsOngoingIdinagdag sa Library 30 Beses bilang berjuta rasanya tere liye
Read
+Library
Berebut Pantas

Berebut Pantas

tanya Varen sembari membawa secangkir kopi untuk Satria, karena saat ini Satria berada di rumahnya dan akan menginap. “Aku cinta kamu, tapi aku malu,” ucap Satria mengulang isi pesan dengan ekspresi tak berdosa. “Konyol sekali kau, Sat! Ternyata benar kata pepatah, cinta bisa membuat jadi gila. Tepat seperti kau saat ini.” Varen geleng-geleng kepala, lantas menyeruput kopi miliknya. Dia benar-benar tidak habis pikir dengan sikap Satria.
1.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 39 Beses bilang berjuta rasanya tere liye
Read
+Library
Pangeran, Aku Bukan Istrimu

Pangeran, Aku Bukan Istrimu

Dia tahu apa yang dikatakan Rasui sangat benar, hanya saja Lea merasa kesal mendengar nada suaranya yang memerintah. Rasui hanya mendengus. Ucapannya tadi sebenarnya murni nasihat, bukan perintah. Tapi ia malas menjelaskan dan hanya meneruskan kalimatnya, “Semakin cepat kau keluar dari tubuh itu, semakin baik.” Lea tiba-tiba merasakan sensasi asam di mulutnya. Tadi dia sempat sedikit tersentuh saat Rasui mengatakan akan membantunya agar bisa cepat kembali. Tapi tentu saja itu anggapan bodoh.
106.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 147 Beses bilang berjuta rasanya tere liye
Ipakita ang mga Review (8)
Read
+Library
4fm
semangat yaa Thor <3 aku suka cerita bertema transmigrasi seperti ini, menurutku ini menarik dg berlatar belakang Mesir Kuno ;) semoga Lea dan Rasui bahagia, aku berharap kapal mereka berlayaaar \(>,<)/
fazaa
baguss bgtt aku bacanya ikutan greget ypi suka bgt modelan cwek kek lea. pasti ada yng blom selesai sampai di transmigrasi semangat kakak author mampir juga ke cerita aku ya judulnya "Rahasia Malam Sultan" terima kasih ~
Basahin ang Lahat ng Review
Tetanggaku Luar Biasa

Tetanggaku Luar Biasa

Tetanggaku Luar Biasa END Enam bulan kemudian. “Mbak, ini kerupuknya digoreng nggak ngembang, jadi saya balikin, ya.” Aku dan Santi saling pandang. Masih bingung dengan maksud Bu Lisa, tetangga baru kami. “Baru diambil dikit, kok. Baru sekali ngegoreng. Nih,” Bu Lisa meletakkan bungkusan kerupuk mentah di meja yang berisi dagangan lain.
1024.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 734 Beses bilang berjuta rasanya tere liye
Read
+Library
Sejuta fikiran

Sejuta fikiran

Itu menyesatkan Menyuap satu sushi buatan Setta kemulut. Sambil memejamkan mata menikmati hidangan. Setta tersenyum berharap satu kata saja keluar dari mulut Gebi. Tapi, tidak kunjung didengar. "Hm Hakkan, ini lumayan" penuturan Gebi meyorak kan hati Setta. Rasanya ingin membuat yang lebih banyak lagi. "Apa kau sudah coba?" Setta menggeleng
2.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 87 Beses bilang berjuta rasanya tere liye
Read
+Library
Memoar Rasa

Memoar Rasa

-Max Helgaar (Kaki Melangkah, Hati Gelisah, Pikiran Berharap Indah, Tangan Menengadah) Aku menunggu di depan gerbang kedatangan. Aku memperhatikan satu-persatu orang yang keluar dari gerbang tersebut. Namun sekitar 5 menit menunggu, aku tidak bisa menemukan Bunga. Dan aku tidak menemukan ia diantara banyaknya orang yang datang. Namun tidak lama setelah itu.... ADA YANG MENUTUP MATAKU! AKU PANIK! TANGANKU SUDAH MENGEPAL KERAS! NAMUN ALANGKAH TERKEJUTNYA....
2.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 80 Beses bilang berjuta rasanya tere liye
Read
+Library
Rasa Tanpa Tatap

Rasa Tanpa Tatap

Ayers menaikkan alisnya. "Mh, kau bisa datang ke restoran Viande & Passion, jaraknya hanya beberapa mil dari sini," ujar si curly, "para turis yang datang ke sini biasanya makan di tempat itu. Beef Steak Blackpaper adalah menu andalan mereka. Kau harus mencobanya." "Tentu. Terima kasih untuk rekomendasinya. Aku permisi." Ayers menampilkan senyum terbaiknya sebelum berlalu dari gadis-gadis tersebut.
1.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 66 Beses bilang berjuta rasanya tere liye
Read
+Library
PREV
123456
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status