Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
King Of Universe

King Of Universe

ucap Julian dengan wajah pucat. "Hahaha...apanya yang bercanda? itu nyatanya." jawab Bima tertawa lepas. "Apa jul?! jangan di sembunyikan!" tanya Kevin marah. "Ssttt! jangan di bongkar, kita kita aja." bisik Bima dengan suara sangat pelan di telinga Julian. "Bener gak itu anjink!" tanya Julian memastikan. "1000% benar, makanya aku mau kita cuti biar aku punya kenangan sama keluarga." jawab Bima berbisik.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai bibir kedutan kenapa
Baca
+Pustaka
Bilur Bulir Bertaut

Bilur Bulir Bertaut

"Lalu apa lagi yang kamu khawatirkan?" Mareeq terdiam sejenak, membiarkan kalimat itu menggantung di udara, beradu dengan suara deru mesin pendingin di kedai yang mulai sepi. "Kamu tidak merusak apa pun," lanjut Mareeq dengan suara yang lebih rendah namun terdengar sangat yakin. "Duduk di sini bersamaku tidak membuatmu menjadi orang jahat. Dan mengkhawatirkan senyummu tidak membuatku menjadi pengkhianat. Kita hanya dua orang yang terjebak dalam perasaan dan keadaan yang tidak tepat."
928 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai bibir kedutan kenapa
Baca
+Pustaka
Aku Milikmu, Tuan Arsya!

Aku Milikmu, Tuan Arsya!

Wajahnya sudah merah padam menahan malu. “Jadi gini rasanya dicium wanita …” gumam Ken pelan. “Kenapa bibirnya lembut sekali?” Keduanya terdiam, tenggelam dalam pikiran masing-masing, sementara ombak terus berdebur di hadapan mereka.
2.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai bibir kedutan kenapa
Baca
+Pustaka
Ditinggalkan Karena Burik

Ditinggalkan Karena Burik

Kenapa ada perjanjian bodoh itu? "Baguslah jika kamu tahu itu, Mas. Maka jika kamu ingin bertahan di sisiku, kamu harus bersabar menunggu hingga dua bulan lamanya. Aku saja hidup terlunta-lunta bersama dengan Farel tanpa penghasilan selama empat bulan sanggup kok, masa kamu seorang diri nggak sanggup!!" sindirnya sambil berlalu pergi.
1012.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 379 kali sebagai bibir kedutan kenapa
Baca
+Pustaka
Dinikahi Pria Kutu Buku

Dinikahi Pria Kutu Buku

"Aku nggak bisa bayangin. Hancurnya, sakitnya jadi korban pelecehan. Apalagi, semua itu nggak hanya nyiksa fisik tapi juga batin. Dia bisa stress dan takut nggak mau ketemu orang-orang loh. Mentalnya udah kena itu! Kata ibunya aja, sejak diketahui, lebih ngurung di kamar karena takut kena terkaman iblis berjubah kulit manusia itu!" Dua orang perempuan itu, meskipun tugas mereka sudah selesai. Di dalam mobil, masih terus-menerus mengeluarkan unek-unek. "Gila! Otaknya nggak waras!" Olok Kanaya mengepalkan tangan kuat-kuat lalu menonjok sofa mobil yang dudukinya. "Apa sih Kan." Yelly yang sedang bersenandung sembari menikmati musik melalui headset pun merasa kesal karea terganggu dengan mereka.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai bibir kedutan kenapa
Baca
+Pustaka
Karena Kita Berbeda

Karena Kita Berbeda

“Iya, bentar doang aku di perpus!” “Lemes amat kenapa? Gegana lo?" Ejek Dion “Apaan sih?" Gaje." “Aku tahu nih, kalau begini gejalanya pasti berkaitan dengan Bening. Kenapa kangen lo ama dia? Berat bro emang kalau LDR, tapi aku salut sama kalian berdua, bisa saling menjaga. Tapi Bening emang baik sih, super baik malah, langka banget model cewek kayak dia. Jangan sakitin dia bro!”
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai bibir kedutan kenapa
Baca
+Pustaka
Suami Mempesona Ternyata Mencintaiku

Suami Mempesona Ternyata Mencintaiku

“Kemarin Bibi udah bacain yang itu.” “Ya udah ganti ke cerita yang lain.” Kinasih masih memiliki cadangan kesabaran. “Kalau yang ini?” “Itu juga kemarin udah dibacain sama Bibi.” Antusias Kirana jadi berkurang. Gadis kecil itu menatap ibunya sambil mengerucutkan mulut. “Kenapa kamu tidak bilang kalau Bibi sudah bacakan semuanya.” “Semuanya memang udah habis dibaca sama Bibi.”
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai bibir kedutan kenapa
Baca
+Pustaka
Pelakor Itu Pembantuku

Pelakor Itu Pembantuku

Ada apa sebenarnya? “Anu, Bu. Mengenai kasir toko itu ….” “Iya, Bik. Saya menyuruh suami Bibik memanggil bekar kasir toko ini, memangnya kenapa?” “Anu, kalau bisa jangan, Bu!” “Jangan?” sergahku kaget. “Iya, Fitri, namanya Fitri.” “Terus, kenapa Bibik bilang jangan?” selidikku penasaran.
10248.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.7K kali sebagai bibir kedutan kenapa
Tampilkan Ulasan (33)
Baca
+Pustaka
Pemanis Aksara
ceritanya mantap Thor. oh iya izin promosi Thor. boleh mampir ke ceritaku, Kubalas Kesombongan Selingkuhanmu Lunas status tamat dan cerita Kain Basahan Basah di Kamar Mandi status on going. Terima kasih.
Helminawati Pandia
Salam sejuk buat semua reader tercinta terima kasih karena telah sudi membaca cerita saya, tolong bantu up dengan sumbangan gem nya, ya. Mohon dukungannya baca cerita saya yang berikutnya juga. 1. Ketika Istriku Minta Talak 2. Benalu di Rumahku Ketika Suamiku Terkena PHK 3. Nafkah Batin Basi
Baca Semua Ulasan
Suamiku Mati Kutu

Suamiku Mati Kutu

"Lagian ini orang kok usil banget ya Bu sampai mengirimkan video seperti itu apa tujuannya coba?" "Ya itu bi kenapa aku juga nggak ngerti kok bisa-bisanya dia ngirimkan video seperti itu pada saya kenal aja nggak biasanya orang ini cuman ngacak nomor aja sih Bi." "Oh begitu ya terus tujuannya itu apa ya?" Bibi pembantu Renata itu tampak sedang berpikir. "Entah ini juga sudah aku hapus nanti kalau ketauan Mas Dilan bisa bayar dikira aku ini nanti biasa menonton video gini ya padahal aku juga nggak hobi nontonnya."
1023.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 567 kali sebagai bibir kedutan kenapa
Baca
+Pustaka
Prime Time Bersama Mas Polisi

Prime Time Bersama Mas Polisi

"Tenang, Om. Model laki-laki kayak Om ini rare item. Mana mungkin saya meninggalkan yang limited edition begini demi laki-laki yang cuma nanya udah makan apa belum doang." "Saya keluar sebentar ya, Om?" Demitrio memegangi dadanya yang sesak. Ingatan akan potongan-potongan percakapannya dan Kiran, membuat dadanya serasa ingin meledak. Ia memerlukan udara segar demi menjaga kepalanya agar tetap waras. "Tunggu, Yo. Kita sama-sama keluar saja," tukas Bima parau. "Jenazah itu bukan Kiran." Terbata Bima menjawab rasa penasaran Demitrio.
1014.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 410 kali sebagai bibir kedutan kenapa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status