Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
ISTRI KEDUA CEO

ISTRI KEDUA CEO

Jangan sampai deh, malah lebih viral video kunti dibanding video pelakor. "Siapa tadi itu, Bu?" tanya Bibi celingukan. "Nggak tau, Bi." "Bukan orang yang tadi siang sama Pak Keanu?" Bibi menggumam. Bermonolog. Tapi aku masih bisa mendengar. "Apa, Bi?" Sontak saja aku yang sibuk membenarkan posisi tubuh dengan pakaian ribet ini, membalik tubuh ke arah Bibi duduk.
1014.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 527 kali sebagai bibir kedutan kenapa
Baca
+Pustaka
Malaikat Bertelinga Panjang

Malaikat Bertelinga Panjang

kira-kira begitulah terjemahan sunda-inggrisnya. “Trus mam sendiri…tumben masakin aku nasi goreng…biasanya kan si bibi…ada apa nih hayo?” Ibuku hanya tersenyum ”yah latihan Bim…siapa tahu suatu saat nanti si bibi harus pergi…” terdiam dan tak meneruskan pembicarannya. “Hah si bibi sakit apa? Separah apa? Umurnya tinggal berapa lama lagi?”
103.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai bibir kedutan kenapa
Baca
+Pustaka
King Of Universe

King Of Universe

ucap Julian dengan wajah pucat. "Hahaha...apanya yang bercanda? itu nyatanya." jawab Bima tertawa lepas. "Apa jul?! jangan di sembunyikan!" tanya Kevin marah. "Ssttt! jangan di bongkar, kita kita aja." bisik Bima dengan suara sangat pelan di telinga Julian. "Bener gak itu anjink!" tanya Julian memastikan. "1000% benar, makanya aku mau kita cuti biar aku punya kenangan sama keluarga." jawab Bima berbisik.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai bibir kedutan kenapa
Baca
+Pustaka
Bilur Bulir Bertaut

Bilur Bulir Bertaut

"Lalu apa lagi yang kamu khawatirkan?" Mareeq terdiam sejenak, membiarkan kalimat itu menggantung di udara, beradu dengan suara deru mesin pendingin di kedai yang mulai sepi. "Kamu tidak merusak apa pun," lanjut Mareeq dengan suara yang lebih rendah namun terdengar sangat yakin. "Duduk di sini bersamaku tidak membuatmu menjadi orang jahat. Dan mengkhawatirkan senyummu tidak membuatku menjadi pengkhianat. Kita hanya dua orang yang terjebak dalam perasaan dan keadaan yang tidak tepat."
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai bibir kedutan kenapa
Baca
+Pustaka
Aku Milikmu, Tuan Arsya!

Aku Milikmu, Tuan Arsya!

Wajahnya sudah merah padam menahan malu. “Jadi gini rasanya dicium wanita …” gumam Ken pelan. “Kenapa bibirnya lembut sekali?” Keduanya terdiam, tenggelam dalam pikiran masing-masing, sementara ombak terus berdebur di hadapan mereka.
2.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai bibir kedutan kenapa
Baca
+Pustaka
Ditinggalkan Karena Burik

Ditinggalkan Karena Burik

Kenapa ada perjanjian bodoh itu? "Baguslah jika kamu tahu itu, Mas. Maka jika kamu ingin bertahan di sisiku, kamu harus bersabar menunggu hingga dua bulan lamanya. Aku saja hidup terlunta-lunta bersama dengan Farel tanpa penghasilan selama empat bulan sanggup kok, masa kamu seorang diri nggak sanggup!!" sindirnya sambil berlalu pergi.
1012.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 383 kali sebagai bibir kedutan kenapa
Baca
+Pustaka
Dinikahi Pria Kutu Buku

Dinikahi Pria Kutu Buku

Kanaya yang masih kesal dengan ini juga mengeluarkan unek-unek. "Aku nggak bisa bayangin. Hancurnya, sakitnya jadi korban pelecehan. Apalagi, semua itu nggak hanya nyiksa fisik tapi juga batin. Dia bisa stress dan takut nggak mau ketemu orang-orang loh. Mentalnya udah kena itu! Kata ibunya aja, sejak diketahui, lebih ngurung di kamar karena takut kena terkaman iblis berjubah kulit manusia itu!"
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai bibir kedutan kenapa
Baca
+Pustaka
Karena Kita Berbeda

Karena Kita Berbeda

Batin Ruth menatap penuh kekaguman. Kemudian dia berlari kecil mensejajarkan langkahnya dengan Bian. “Bian, tunggu!” “Apalagi sih? CEWEK PECICILAN ?” “What?” pekiknya dengan nada tak percaya. “CE-WEK PE-CI-CI-LAN, jelas?” Ruth hampir menangis dikatakan pecicilan oleh seorang Abian, dengan air bening menggenang di pelupuk matanya siap tumpah dengan sekali kedipan saja.
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai bibir kedutan kenapa
Baca
+Pustaka
Suamiku Mati Kutu

Suamiku Mati Kutu

"Lagian ini orang kok usil banget ya Bu sampai mengirimkan video seperti itu apa tujuannya coba?" "Ya itu bi kenapa aku juga nggak ngerti kok bisa-bisanya dia ngirimkan video seperti itu pada saya kenal aja nggak biasanya orang ini cuman ngacak nomor aja sih Bi." "Oh begitu ya terus tujuannya itu apa ya?" Bibi pembantu Renata itu tampak sedang berpikir. "Entah ini juga sudah aku hapus nanti kalau ketauan Mas Dilan bisa bayar dikira aku ini nanti biasa menonton video gini ya padahal aku juga nggak hobi nontonnya."
1023.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 569 kali sebagai bibir kedutan kenapa
Baca
+Pustaka
Dihina Miskin Saat Pulang Kampung

Dihina Miskin Saat Pulang Kampung

"Oh ... begitu ya, Bi." "Iya, Bu, tapi pas Bibi mau melihat dari kaca jendela, malah Bibi kaget dengan teriakan Ibu yang bilang Kuntilanak. Terus Bibi nggak jadi melihat siapa yang memencet bel tersebut," tutur Bi Asni menjelaskan kronologinya. "Bi, apa Bibi tidak melihat ada perempuan berambut panjang yang lewat?" tanyaku lagi "Nggak, Bu, memangnya kenapa?" tanya balik Bi Asni.
7.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177 kali sebagai bibir kedutan kenapa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status