Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kaisar Pedang Tertinggi

Kaisar Pedang Tertinggi

Sontak ucapan itu membuat Du Jong menoleh kebelakang dimana Zhi Shenzhen telah berada dibelakang rombongannya. "Kamu terlalu lambat."! TIK! Sedikit ayunan ranting kayu dilakukan. Sesaat berikutnya, tubuh Du Jong yang tengah berlutut satu kaki langsung terpotong menjadi bagian yang sangat kecil kecuali kepalanya. BYAR! Ceceran darah terciprat kemana mana. Bawahan Du Jong yang mulai terduduk usai tersungkur terkejut melihat hal itu.
1010.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 393 Beses bilang bibir tengah atas kedutan
Read
+Library
TUAN MUDA KAMU YANG KUTUNGGU!

TUAN MUDA KAMU YANG KUTUNGGU!

Dia pun segera berlutut di hadapan istrinya dan mulai menjilati pucuk bukit kembar Marsha secara bergantian. “Sssshhh, Sayang,” desis Marsha mulai tak tenang. Istrinya yang setengah telanjang itu mulai duduk tak tenang di pinggir ranjang. Seperti ada sesuatu yang hendak keluar dari liang suci miliknya.
10922 viewsKumpletoIdinagdag sa Library 19 Beses bilang bibir tengah atas kedutan
Read
+Library
Bayang Pedang Cahaya Bulan

Bayang Pedang Cahaya Bulan

Kabut ini dibawa oleh sesuatu yang lebih besar daripada angin, sesuatu yang bergerak di antara batu-batu tebing dengan cara yang tidak wajar, sesuatu yang menunggu. Duan Wuya sudah menunggu. Ia berdiri di puncak Tebing Karang sejak subuh. Tebing itu bukan gunung, bukan pula bukit, hanya puncak batu tajam yang menjulang dari lereng gunung seperti gigi yang tumbuh di tempat yang salah, selebar panggung kecil, cukup untuk dua orang berdiri berhadapan. Di bawahnya, jurang sedalam dua ratus meter yang tidak pernah terlihat dasarnya karena kabut yang selalu ada, selalu bergerak, selalu menyembunyikan.
10580 viewsOngoingIdinagdag sa Library 21 Beses bilang bibir tengah atas kedutan
Read
+Library
Dimanja Nyonya Dan Nona Muda

Dimanja Nyonya Dan Nona Muda

Ia mengisyaratkan Juned untuk tetap diam dengan menempelkan telunjuk di bibirnya. "Eh... iya, Bi!" jawab Fitri setengah berteriak, mencoba memelankan sisa desahannya agar suaranya terdengar biasa saja. "Taruh di meja bawah aja dulu, Bi! Nanti abis ini Fitri turun ke bawah!" "Oh, iya Non. Bibi taruh meja ya," sahut Bibi di luar, diiringi derap langkah kakinya yang perlahan menjauh meninggalkan area pintu.
9.9239.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 9.1K Beses bilang bibir tengah atas kedutan
Read
+Library
Terjebak Gairah Siluman

Terjebak Gairah Siluman

Melainkan apa yang menjuntai di antara kedua pahanya yang kokoh. Sebatang kejantanan yang luar biasa besar, setebal lengan orang dewasa, tergantung lemas dengan kepala keunguan yang tampak mengancam bahkan dalam keadaan pasifnya. Melihat sosok itu telah terwujud sepenuhnya, Broto langsung bergerak. Ia maju beberapa langkah, lalu menjatuhkan diri dengan satu lutut di tanah, kepalanya menunduk dalam.
5.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 142 Beses bilang bibir tengah atas kedutan
Read
+Library
Tingkat Dua

Tingkat Dua

Lanjutnya dengan menarik kedua sudut bibir ke samping kanan dan kiri. "Gapapa, Ka. Lo dulu aja." "Mmmmm... Cuma mau ngucapin makasih sekali lagi sama minta maaf karena udah ngerepotin Abang." Kulihat Ika menunduk entah untuk alasan apa. Menggemaskan sekali, batinku yang ternyata ku ekspresikan dengan tertawa. "Kenapa Bang? Ada yang lucu?" "Nggak ada kok, cuma gemesin aja liat ekspresi lo,"
1.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 40 Beses bilang bibir tengah atas kedutan
Read
+Library
Pendekar Iblis (Warisan Iblis Tanduk Api)

Pendekar Iblis (Warisan Iblis Tanduk Api)

Tubuhnya terlihat lebih besar dari saat pertama Bima melihatnya. "Bisa bertahan dari serangan Tinju Semesta milikku, aku akui, kau satu-satunya pendekar kelas atas yang bisa melakukannya," kata Ki Sutan memuji. Bima tak menyahut. Dia berusaha mengembalikan jalan napasnya yang sempat sesak. "Tapi, kau hanya beruntung karena tinju ku ini tidak mengenai wajahmu secara langsung... Jika tinjuku berhasil mengenai wajahmu, mungkin kepalamu sudah hilang..." Ucap Ki Sutan lagi.
1010.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 359 Beses bilang bibir tengah atas kedutan
Read
+Library
Thai Qu Cing Si Anak Kotoran

Thai Qu Cing Si Anak Kotoran

Potongan kayu beterbangan, debu menyesak udara, dan balok atap mulai retak. "Awas!" teriak Du Bai dari belakang sambil menutupi kepalanya dengan kedua tangan. Shi Jie menggertakkan gigi. Ia melompat mundur lalu mengangkat kedua tangannya. "Pusaran Angin Kedua —Bilah Menari!"
108.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 196 Beses bilang bibir tengah atas kedutan
Ipakita ang mga Review (6)
Read
+Library
Donat Mblondo
Maaf ya... dua hari ini libur update dulu. karena saya habis melahirkan dan posisi masih di rumah bidan, jadi tidak sempat menulis. Saya usahakan, hari Senin mulai menulis lagi untuk melanjutkan ceritanya. Terima kasih ^^
Nuada Airlangga
tak kasih nama Jawa 'kepong taine sapi',buyut Cili penunggu desa Kemiren,Sunar udara rawatane buyut Cili,kalo nama desa bnyak yg lucu 'tegal campak,tamansuruh,kali bendo,Puthuk petung, Gedangan,siwuran,kedaleman'......
Basahin ang Lahat ng Review
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

Duub. Dua tenaga dalam berilmu tinggi saling berbenturan di pertengahan jalan. Satu benturan itu mengakibatkan tubuh Datuk Marah Gadai tersentak ke belakang dan oleng ke kiri, lalu jatuh di atas kayu runcing. "Aaauh...!" Datuk Marah Gadai memekik karena pantatnya tertusuk kayu runcing. la segera bangkit dan mencabut ranting kayu yang terbawa pantatnya.
1030.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 1.2K Beses bilang bibir tengah atas kedutan
Read
+Library
Kota di Tengah Antah Berantah

Kota di Tengah Antah Berantah

𝘑𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘳𝘯𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘪𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘮𝘱𝘢𝘵 𝘪𝘯𝘪 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘯𝘨𝘨𝘶𝘵 𝘫𝘪𝘸𝘢𝘬𝘶 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘯𝘨𝘨𝘶𝘵 𝘫𝘪𝘸𝘢 𝘪𝘣𝘶𝘬𝘬𝘶. Merinding. Bulu kuduk Rei mendadak berdiri
311 viewsOngoingIdinagdag sa Library 6 Beses bilang bibir tengah atas kedutan
Read
+Library
PREV
12345
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status