Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Boss Baru itu Ayah Anakku

Boss Baru itu Ayah Anakku

ujar bibi dibelakang pintu “Iya bi!” lalu pintu yang semula tertutup pun terbuka dan memperlihatkan bibi yang sedang berjalan mendekati Caramel. “Ada apa bi?” “Begini non…” bibi kebingungan bagaimana dia ingin mengatakannya. Caramel mengerutkan keningnya saat melihat bibi yang terlihat kebingungan dan juga terlihat gugup. “Bibi kenapa?”
1031.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 621 kali sebagai biji tertutup
Baca
+Pustaka
Pintu Tertutup, Begitu Juga Hatiku

Pintu Tertutup, Begitu Juga Hatiku

Bercerita tentang bagaimana ketika kandungan hampir empat bulan dan aku merasakan gerakan pertama si kecil, aku dengan semangat menarik tangannya untuk menyentuh perutku, namun ia justru tidak sabar melepaskan tanganku karena harus pergi menemani Aruni. Bercerita hingga suaranya semakin lirih, dan penyakit batuknya pun hari demi hari semakin parah. Ia membungkuk, kedua tangan mencengkeram tongkat erat-erat, ruas jarinya memutih karena menahan. Darah tipis menetes dari sudut bibirnya jatuh di atas selimut wol, seperti bunga merah yang mekar di tengah musim dingin.
2.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai biji tertutup
Baca
+Pustaka
Teleportasi

Teleportasi

jawab Bu Berta membuat Keira lega. “Tapi, saya lihat sendiri, dia masuk ke dalam kamar saat malam hari!” “Di dalam ‘Kamar Tertutup’ tidak ada satu orang pun yang bisa keluar tanpa melalui pintu besi yang terkunci dari luar, dan jika pun ada itu hanya seekor semut yang mampu melalui celah sempit di bawah pintu. Jadi kamu jangan mengarang hal yang tak mungkin, atau kamu juga ingin mencoba terkurung di ‘Kamar Tertutup’?” tegas Bu Berta.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai biji tertutup
Baca
+Pustaka
Perjanjian Terlarang

Perjanjian Terlarang

Semua menjadi gelap kali pertama Abihirt merekatkan bagian dasi untuk menutup di matanya. “Haruskah dengan pandangan tertutup, Abi?” Kekhawatiran dalam diri Barbara tidak pernah lepas. Dia memegangi kelopak mata dalam balutan kain tipis. Abihirt masih tidak mengatakan apa – apa, selain membuat ikatan dasi terasa mengetat erat.
1032.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 678 kali sebagai biji tertutup
Baca
+Pustaka
Membungkam Mulut Tetangga Julid

Membungkam Mulut Tetangga Julid

Selama ini, jika Dewi keluar atau masuk, pasti menutup kembali pintu itu meski tidak dikunci. Dina hampiri pintu itu bermaksud untuk menutupnya. Namun, lagi-lagi Dina dikejutkan oleh kenyataan bahwa pintu itu dikunci menggunakan rantai yang biasa dipakai untuk mengunci sepeda ontel. Bagaimana bisa ditutup kalau dirantai begitu? 'Astagfirullah ... perbuatan siapa ini?' Dina bertanya dalam hati. "Kenapa, Mbak?" tanya Bu Yati yang tiba-tiba muncul di depan rumah. Ia hampiri Dina yang masih berdiri di dekat pintu pagar di depan rumah Dewi.
3.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai biji tertutup
Baca
+Pustaka
Menutup Pintu Masa Lalu

Menutup Pintu Masa Lalu

Peter berdiri di samping Rosa, lalu memerintahkan sekuriti perusahaan untuk menutup pintu dan memeriksa semua orang satu per satu. Saat giliranku tiba, aku meletakkan kotak dan bekerja sama pada Peter untuk diperiksa. Pandangan matanya langsung tertuju pada pajangan kecil berbentuk planet yang ada di paling atas. Dia sempat terdiam sesaat, tapi akhirnya tetap memerintahkan orang untuk mengeluarkan semua isi kotak.
6.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 260 kali sebagai biji tertutup
Baca
+Pustaka
Godaan Penghuni Kos Puteri

Godaan Penghuni Kos Puteri

“Jaga semuanya tetap tenang. Jangan bikin gerakan yang bisa bikin intel curiga. Kita tunggu Arman buka mulut atau nggak.” Pintu tertutup. Suasana rumah kembali sunyi—sunyi yang terasa berat, seakan semua orang di dalamnya sedang menghitung waktu. ====================== JANGAN LUPA!! FOLLOW, LIKE, AND COMMENT! ====================== Bima baru saja menutup pintu kamar ketika paperbag itu sampai di tangan Gita. Gita memegangnya dengan dua tangan, seolah isinya bisa meledak kapan saja. Bima hanya memberi senyum tipis sebelum kembali ke ruang tamu.
9.298.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.7K kali sebagai biji tertutup
Baca
+Pustaka
Ada Apa dengan Bia?

Ada Apa dengan Bia?

Hanya rambut mereka saja yang berbeda, terlihat dan tidak terlihat. Begitu pun dengan Bia. Setiap hari Bia selalu memakai seragam sekolah yang panjang, meskipun tidak tertutup jilbab. Ia lebih suka menguncir rambutnya ke belakang. Namun, hari ini rambut pendeknya itu benar-benar tertutup sempurna. Bahkan kain jilbabnya itu sampai menutupi dada.
106.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 269 kali sebagai biji tertutup
Baca
+Pustaka
Levitasi

Levitasi

“Entah, aku ingin ke sekolah. Tapi ayah tengah sibuk mengurusi gadis tadi, mungkin ia tak akan sempat mengantarku.” “Apa ratu itu sangat penting hingga tak ada waktu barang sebentar saja, untuk mengantarmu? Ia ‘kan bisa naik biju.” Biju adalah sebuah alat seperti kendaraan yang dipakai oleh Ksatria dan sebagian orang di Levitasi. Yui menggeleng, tidak tahu “Tanyakan saja pada ayah, Ve. Aku juga tidak tahu mengapa ia belum mengantarku.”
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai biji tertutup
Baca
+Pustaka
Diblokir Tetangga

Diblokir Tetangga

Satu desa di anggap mendapat sial karenanya. Bangkai berusaha ditutupi. Tetap saja menguar bau busuk dari dalamnya. Sekeras apa pun menyangkal. Perut yang membuncit tak lagi bisa disembunyikan. Tujuh bulan Lastri mengandung. Tak ingin ia menggugurkan janin dalam perutnya. Sementara warga mulai risih. Karena tak jelas siapa bapak si jabang bayi.
1011.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 369 kali sebagai biji tertutup
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status