Luka yang Terpendam
balas Jessica balik bertanya.
Melani menggeleng kuat-kuat. Ditengadahkannya kedua telapak tangannya. Sambil tertawa sinis gadis itu berkata, “Bagaimana mungkin aku meminta pertanggungjawabannya? Perbuatannya itu dilakukannya tanpa sadar. Akulah yang menjebaknya! Dia sama sekali tidak sadar waktu itu. Dikiranya aku dirimu. Ya, dirimu! Tak henti-hentinya dia memanggil namamu. Sica, aku sangat mencintaimu. Sica, jangan pernah tinggalkan aku. Sica, menikah denganku, ya. Sica, Sica, Sica….”
Gadis itu menghentikan ucapannya. Air matanya kembali jatuh bercucuran. Dihapusnya dengan tisu. Lalu diminumnya air mineralnya sedikit. Lawan bicaranya diam saja memperhatikan.
Hot Chapters