Tumbal Purnama
Simbol-simbol kuno di pintu itu mulai bersinar, dan suara gemuruh terdengar, seperti rintihan dari makhluk-makhluk yang telah lama terperangkap di dalamnya.
Pintu itu mulai terbuka perlahan, memperlihatkan ruang kosong yang gelap. Namun, di tengah kegelapan itu, Lila melihat sosok yang tidak asing—Bima, berdiri dengan tubuh yang tampak transparan, memandangnya dengan senyuman lembut.
“Bima?” Lila berbisik, air mata mengalir di pipinya.
Bima mengangguk pelan. “Kau telah melakukannya, Lila. Kau membawa kita ke akhir kutukan ini. Tetapi kau harus melangkah sendiri. Aku… tidak bisa kembali.”
Hot Chapters