CEO Tampan Mencari Istri Salihah
“Sekali lagi, kami benar-benar meminta maaf. Kami malu... sangat malu. Putra yang kami banggakan, yang kami sekolahkan tinggi-tinggi, ternyata tidak menjadikan ilmunya sebagai cahaya untuk berjalan di jalan yang benar. Ilmu... tanpa akhlak, hanya akan menjadi senjata yang membinasakan dirinya sendiri.”
Suasana hening. Tak ada yang menimpali.
Lalu, dengan tenang dan nada tulus, Akash membuka suara.
“Pak, Bu,” katanya perlahan, “sebagai sesama manusia, dan terlebih sebagai sesama Muslim, saya memaafkan perbuatan putra kalian. Sungguh, saya ikhlas.”
Orang tua Atthallah langsung menatapnya, seolah tidak percaya.
Hot Chapters